Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Berawal dari Tugas Akhir Kuliah, Wakacao Sukses Punya 16 Cabang Usaha

2,248
foto : istimewa

Jakartakita.com – Bisnis kuliner semakin menjamur seiring tren gaya hidup di masyarakat perkotaan.

Namun, dari sekian banyak merek, kini nama Wakacao mulai ‘naik daun’ dan banyak dikenal dikalangan pecinta kuliner.

Sejak dimulainya usaha pada tahun 2016 di Pasar Modern (Pasmod) BSD City, tempat makan dengan nama unik yang digagas oleh Aisyah Hafiza atau yang kerap disapa Echa, wanita yang masih berusia 24 tahun, bersama kelima temannya yaitu; Fernald Albert Wiguna, Charles Tantiono, Deninda Fairuzahra, dan Andika Adidharma ini, sudah memiliki 16 cabang hingga akhir tahun 2017.

“Berawal dari tugas akhir kampus sebagai syarat lulus untuk meraih gelar sarjana dari Universitas Prasetya Mulya di BSD, saya bersama kelima teman memilih usaha membuka sebuah restoran atau rumah makan yang saat ini dikenal dengan nama “Wakacao”. Dan kebetulan, kami semua juga memiliki cita-cita yang sama yaitu setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, kami ingin berwiraswasta dan tidak ingin menjadi pekerja kantoran,” ungkap Aisyah Hafiza dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, Senin (02/7/2018).

Dijelaskan, tidak mudah menggagas sebuah ide yang mampu diterima dan mendapat kepercayaan dari publik.

“Butuh waktu satu tahun untuk merancang dan menyiapkan konsep dari ide kami ini. Bahkan selama kurang lebih enam bulan, kami merumuskan resep dari makanan yang akan kami tawarkan kepada konsumen. Beberapa kali kami membuat dan mencoba serta merancang bagaimana cita rasa yang sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aisyah mengungkapkan, dibalik kesuksesan Wakacao, tersimpan perjuangan yang tidak mudah.

“Menentukan lokasi tentu menjadi point utama untuk memulai sebuah usaha. Usaha kuliner sangat rentan saat menentukan lokasi yang akan dipilih dalam memulai bisnis food and beverage. Awal mula, saya dan teman-teman memilih lokasi di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Seperti banyak diketahui, wisata kuliner dikawasan tersebut sangat mudah mendapatkan pangsa pasar. Sangat disayangkan, saat hendak memulai gerai Wakacao, kami ditipu oleh pihak yang mengelola lapak di kawasan tersebut. Ternyata kawasan tersebut milik pemerintah dan akan dibangun stasiun MRT Jakarta. Padahal kami telah membayar lapak sebesar Rp 36 juta,” tutur Aisyah.

Hingga kemudian Pasar Modern BSD menjadi pilihan dan langkah awal menuju kesuksesan yang diraih Wakacao.

“Dengan modal awal sebesar Rp 50 juta, dan masing-masing orang memberikan modal sebanyak Rp 10 juta, cerita Wakacao terus berlanjut. Satu bulan pertama sama sekali tidak menghasilkan laba dan hanya sedikit pengunjung yang datang. Rasa cemas dan pasrah akan hilangnya modal yang ditanamkan sudah semakin besar, tapi hati kecil terus berharap agar Wakacao harus tetap berjalan. Bulan kedua, promosi dilakukan dari program buy one get one serta menyebar brosur kepada teman-teman kuliah pun dilakukan. Tak hanya itu, kami pun melakukan promosi dari mulut ke mulut agar publik megetahui kehadiran Wakacao,” tutur Aisyah.

Kesuksesan Wakacao yang dimulai dari Pasmod BSD yang kemudian tersebar ke-1 cabang lainnya di kawasan Tangerang, Jakarta hingga Bandung.

“Untuk setiap gerai Wakacao memberikan omset sebesar Rp 270 juta hingga Rp 280 juta per bulan atau Rp 8 juta hingga Rp 9 juta per hari. Wakacao memiliki harga yang sangat pas bagi kantong mahasiswa yaitu dari Rp 32.000 hingga Rp 35.000, memiliki cita rasa yang sesuai dengan lidah orang Indonesia. Wakacao juga hadir di salah satu mall di Bandung,” ungkap Aisyah.

foto : istimewa

Bagi Aisyah dan kawan-kawan, Pasmod BSD memiliki peran dan sejarah terhadap kesuksesan yang telah dicapai saat ini, sehingga membuat Wakacao mulai dikenal masyarakat luas.

Wakacao mampu memikat pencinta beef pepper rice yang disajikan dengan hot plate. Membuat pengunjung Pasmod BSD hingga saat ini terus meningkat untuk berbelanja atau sekedar menikmati wisata kuliner.

“Pada tahun 2017 lalu, Wakacao mampu mengantongi pendapatan hingga Rp 2,4 M dengan laba 30%,” ujarnya.

Kini, Wakacao menjadi salah satu tujuan favorit para pecinta kuliner. Hal ini terbukti dengan Wakacao yang telah tersebar di beberapa daerah. Sejak dimulainya usaha pada tahun 2016, Wakacao sudah memiliki 16 cabang hingga akhir tahun 2017.

Aisyah Hafiza dan teman-temannya pun berencana memperbanyak gerai sebanyak 15 cabang pada tahun 2018 ini.

“Memperkuat cita rasa Nusantara merupakan salah satu kunci kesuksesan Wakacao saat ini,” tandas Aisyah.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: