Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Hadapi Era Keterbukaan, Para Santri Mesti Bijak Dalam Menggunakan Teknologi Informasi

3,668
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Menghadapi era keterbukaan informasi dewasa ini, generasi muda terutama para santri harus bijak dalam menggunakan teknologi informasi seperti media sosial.

Demikian disampaikan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Komjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun, S.H., M.M., M.H pada kegiatan Festival Qur’ani Tingkat Jawa Timur Tahun 2020 yang diikuti oleh 1.700 santri dari berbagai pondok pesantren se-Jawa Timur, di GOR Merdeka – Jombang, Jawa Timur, Minggu (12/1).

Turut hadir dalam festival ini, Pendiri Pesantren Tahfidhul Qur’an – KH. Ahmad Rifai, M.A., serta beberapa tokoh ulama dan masyarakat setempat.

Artikel Terkait
1 daripada 2

“Para santri diharapkan jangan mudah menyebarkan dan terpengaruh oleh informasi – informasi seperti hoaks, ujaran kebencian, maupun informasi yang mengarah pada radikalisme,” kata Dharma yang menyampaikan paparan mengenai “Peran Santri Dalam Menghadapi Era Globlalisasi Teknologi Informasi Dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Negara”.

Lebih lanjut juga disampaikan, para santri juga harus bisa menjadi contoh dalam upaya mewujudkan sebuah budaya berperilaku bijak dalam mengemukakan pendapat di depan umum baik yang disampaikan langsung maupun melewati ruang siber/internet.

Selain itu, Dharma juga mengungkapkan, bahwa globalisasi di Indonesia saat ini mengarah pada generasi muda agar nilai Pancasila semakin tergerus. Perubahan perilaku mulai dari egoisme, individualisme, anti-sosial, hedonisme, hingga perilaku hidup yang mencerminkan ketiadaan nilai-nilai luhur akibat manusia mulai menjauh dari jati diri para generasi muda.

Oleh karena itu, menurut Dharma, hal tersebut perlu diantisipasi dan ditanggulangi melalui penguatan kembali ideologi dan nilai – nilai luhur bangsa, yaitu jangan melupakan sejarah bangsa, dengan kembali kepada fitrah bangsa yaitu nusantara; melandasi tindakan dengan kecerdasan spiritual (SQ); lalu memahami dan menerapkan nilai Pancasila, serta kembali ke UUD 1945 dan ke-bhinekaan yang harus dijaga keutuhannya.

Menutup paparannya, Dharma mengajak para santri untuk dapat mengambil peran aktif dalam menanamkan dan menguatkan nilai Pancasila di semua aspek kehidupan, dalam menghadapi era globalisasi teknologi informasi. (Edi Triyono)


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Open chat