Take a fresh look at your lifestyle.

Dukung Ketersedian Pangan, Kabupaten Merauke Percepat Waktu Tanam

0 3,748
foto : istimewa

Jakartakita.com – Kabupaten Merauke, wilayah paling ujung timur Indonesia, dan merupakan wilayah perbatasan Indonesia-PNG mulai melakukan percepatan tanam di beberapa wilayah.

Hal ini sebagai tindak lanjut partisipasi Bupati Merauke dalam gerakan tanam padi dan jagung serentak se-Indonesia yang dicanangkan Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (SYL), melalui video confrence (VICON) di ruang Agriculture War Room (AWR) Rabu (20/5).

Dalam kesempatan ini, Bupati Merauke, Fredirikus Gebze didampingi beberapa pejabat setempat turun langsung di lokasi panen padi dan melakukan penanaman padi di kampung Yabamaru Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke yang kemudian dilaporkan kepada Mentan SYL via VICON.

Menurut Fredirikus, sasaran luas tanam di Kabupaten Merauke untuk Musim Tanam Tahun 2019/2020 (rendeng) seluas 36.155 Ha dan terealisasi tanam seluas 33.948 Ha.

Belum tercapainya sasaran luas tanam itu disebabkan pengaruh iklim dimana curah hujan normal baru terjadi pada awal Februari. 

Selain itu, kendala OPT yaitu serangan hama tikus dan burung juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran luas tanam tersebut.

Related Posts
1 daripada 472

“Untuk itu, saya instruksikan ke jajaran Dinas Pertanian untuk mendorong petani agar bisa segera menanam supaya kekurangan luas tanam dapat direalisasikan pada musim tanam Gadu 2020,” ujarnya, dalam video conference Rabu (20/5).

Adapun target Luas Tanam Musim Gadu 2020 seluas 25.341 Ha. Menurutnya, strategi pencapaian luas tanam bisa ditingkatkan dengan memaksimalkan percepatan tanam dengan memanfaatkan air.

Kabupaten Merauke dengan wilayah yang cukup luas dan produksi yang melimpah, mampu mensuplay beras ke wilayah-wilayah sekitarnya, seperti; Jayapura, Timika dan empat kabupaten pemakaran yaitu Merauke, Mapi, Boven Digul dan Asmat, namun mengalami kendala dalam penanganan pasca panen. Diharapkan, dukungan dan support Pemerintah Pusat mengatasi kendala tersebut.

“Harapan kami, tindak lanjut pada momen yang lalu, guna mendukung peningkatan kualitas produksi di Kabupaten Merauke, kami membutuhkan alat pasca panen. Kami ingin mengajukan bantuan alat combine harvester sebesar 60 unit supaya petani bisa kerja lebih mudah,” ungkap Fredirikus.

Sebelumnya, dalam video conference bersama kepala daerah dalam rangka gerakan percepatan tanam padi dan jagung, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pemerintah Daerah yang dapat hadir dalam pertemuan secara daring tersebut.

Dengan demikian, dapat bertatap muka langsung dengan Gubernur dan Bupati yang berada langsung di lokasi lahan pertanian untuk melaksanakan panen padi bersama dan melihat kondisi ketersediaan pangan didaerah masing-masing yang diharapkan kondisi pangan di Indonesia dapat terjaga dengan baik.

“Persiapan pangan atas dampak covid-19 ini agar menjadi perhatian serius kita semua. Diminta kepada Gubernur bersama Bupati bahu membahu dan bergotong royong dalam menjaga ketersediaan pangan Indonesia. Berdasarkan ramalan cuaca dari BMKG akan terjadi kemarau panjang,” ujarnya.

“Agar segera dipersiapkan lahan-lahan pertanian. Lahan yang telah panen untuk segera dilakukan persiapan penanaman,“ pinta SYL, sapaan akrab Mentan Syahrul. (Edi Triyono)

Tinggalkan komen