Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Frisian Flag Indonesia Ajak Orang Tua Jaga Kesehatan & Kebahagiaan Anak Di Masa Pandemi

3,950
foto : istimewa

Jakartakita.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2020, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menggandeng para pakar dan influencer, yaitu; Dokter Tumbuh Kembang Anak, Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA (K); Psikolog Keluarga, Ajeng Raviando; Pengajar, Gezta Pattiasina; dan Parenting Influencer sekaligus Co-founder Parentalk.id, Nucha Bachri menggelar diskusi daring bertajuk ‘Jaga Kesehatan, Gembira Belajar di Rumah, Bebas Stres’.

Andrew Saputro selaku Director Corporate Affairs Frisian Flag Indonesia (FFI)  mengatakan, kegiatan ini untuk membantu orang tua memperoleh informasi dari para pakar, terutama dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

Semangat ini juga sejalan dengan tema HAN 2020 yang dicanangkan Pemerintah melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan tagar #AnakIndonesiaGembiradiRumah. 

“Frisian Flag Indonesia selalu berkomitmen untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat dan aktif bergerak agar sehat jiwa dan raga. Kami juga terus berupaya untuk memberikan edukasi literasi gizi dan parenting untuk mendukung terbentuknya keluarga-keluarga Indonesia yang kuat. Di tengah masa sulit saat ini, FFI mengajak orang tua untuk selalu semangat menghadapi berbagai tantangan untuk memenuhi kebutuhan anak terutama kesehatan, pendidikan dan kebahagiaannya. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan visi perusahaan yaitu Nourishing by Nature dengan menyediakan produk bergizi yang baik bagi seluruh keluarga Indonesia,” papar Andrew saat jumpa pers dengan media, Rabu (29/7/2020).

Dikesempatan yang sama, Drs. Hendra Jamal’s, M.Si, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Kesejahteraan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan anak dan keluarga.

“Oleh sebab itu, dengan cara menjaga kualitas air bersih dan sanitasi keluarga, memenuhi kebutuhan gizi anak sesuai dengan usianya, tetap melakukan kegiatan fisik dari rumah, menerapkan pola hidup sehat, memantau pertumbuhan anak di posyandu dan mematuhi protokol kesehatan,” jelas Drs. Hendra Jamal’s, M.Si.

Adapun Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA (K) selaku Dokter Tumbuh Kembang Anak mengungkapkan, bahwa orang tua dan anak sedang menghadapi berbagai tantangan zaman, salah satunya menghadapi masa transisi atas perubahan pola hidup yang besar akibat pandemi.

Menurutnya, kondisi kesehatan, psikis dan sosial anak sangat rentan di tengah situasi saat ini. 

“Menjadi sangat penting bagi orang tua untuk menjaga kesehatan semua anggota keluarga dengan menjaga kesehatan dan membangun sistem imun tubuh yang kuat dengan mengonsumsi gizi seimbang termasuk beragam makanan sesuai dengan pedoman “Isi Piringku”, termasuk susu yang merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik yang mudah diserap tubuh, demi membantu terpenuhinya kebutuhan gizi harian sang buah hati,” kata Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA (K).

Sementara, Psikolog Keluarga, Ajeng Raviando menyampaikan tentang pentingnya kesehatan jiwa, ketenangan pikiran, dan kekuatan mental orang tua dan anak.

“Dengan menghadapi besarnya perubahan kehidupan seperti harus selalu menjaga jarak, belajar dan bermain dari rumah, mempengaruhi psikologis orang tua dan anak. Untuk menyikapinya, orang tua harus mampu menyesuaikan diri dan menjadikan rumah sebagai lingkungan edukatif yang menyenangkan dan menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak,” ungkap Ajeng.

Ditambahkan, orangtua juga harus mengetahui kepribadian anak dan menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan karakteristik anak. 

“Seperti yang kita ketahui, manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda dan unik. Karakter atau kepribadian manusia bisa dipelajari, dan manusia kadang memiliki kesamaan karakter antara satu dengan yang lainnya. Kepribadian manusia telah dikaji dan dirangkum menjadi empat jenis, keempatnya masuk dalam teori proto-psikologis, di mana teori itu dibagi lagi menjadi empat tipe kepribadian mendasar, yaitu; Sanguinis (hidup, optimis, ringan, dan riang) Koleris (cerdas, analitis, logis, dan sangat praktis), Melankolis (analitis, bijak dan tenang), dan Plegmatis (santai dan cinta damai). Diharapkan orangtua dapat mengenali dan menyesuaikan sistem pengajaran sesuai dengan karakteristik anak, agar dapat menciptakan sistem pengajaran di rumah yang menyenangkan dan membawa kegembiraan bagi anak-anak,” pungkasnya. (Rully)


Pasang Iklan Gratis @ jakartakita.com - klik iklan.jakartakita.com

Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Open chat
1
Hello can we help you?