Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

beragam Stimulus Pajak dari pemerintah, Berpotensi Dongkrak Permintaan properti harga menengah ke atas

0 2,179

Tiket Pesawat Murah Airy

foto : dok. Lamudi

Jakartakita.com – Melansir situs Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI), disebutkan bahwa stimulus pajak berupa fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atas properti yang digaungkan melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 103/PMK.010/2021, diperpanjang hingga Desember 2021.

Fasilitas ini diberikan untuk penyerahan rumah tapak baru dan unit hunian rumah susun baru. Insentif diskon pajak berupa fasilitas PPN DTP diberikan 100 persen untuk rumah atau unit dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar dan 50 persen untuk rumah atau unit dengan harga jual di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar. Hal ini mendorong masyarakat kelas menengah untuk terus memanfaatkan secara optimal dan menggairahkan aktivitas sektor perumahan.

Selain itu, tercatat oleh Kemenkeu RI Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) di triwulan II-2021 juga mengalami akselerasi. Kredit Konsumsi telah mampu kembali tumbuh positif, yaitu Mei 1,3 persen dan Juni 1,9 persen setelah lima bulan sebelumnya tumbuh negatif. Kredit Hunian (rumah tinggal, flat dan apartemen) berkontribusi sekitar 33 persen dari total Kredit Konsumsi – menunjukkan progres pemulihan yang positif dan perlu terus dijaga momentumnya.

Seiring kondisi tersebut diatas, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang properti (PropTech), Lamudi.co.id, mencatat tren positif dari pembeli properti di platform-nya.

Artikel Terkait
1 daripada 12

Adapun pencarian properti secara online terus meningkat, keterbatasan mobilitas mengalihkan pencarian dari yang sebelumnya didominasi offline atau secara langsung menjadi online.

“Lamudi.co.id mengalami kenaikan drastis pengguna platform keseluruhan sebesar 493 persen di 2021 dibanding lima tahun sebelumnya. Adopsi perilaku ini paling terlihat di antara pencari properti usia 25-54 tahun dengan peningkatan tertinggi di grup umur 25-34 yang mengalami kenaikan 780 persen pengguna – menunjukkan bahwa pembeli properti selanjutnya adalah mereka yang termasuk di generasi milenial,“ jelas Mart Polman, CEO Lamudi.co.id dalam keterangan pers, baru-baru ini.

Selaras dengan catatan Kemenkeu, pengguna platform Lamudi.co.id juga memiliki preferensi metode pembayaran secara kredit untuk kepemilikan properti, lebih dari 70 persen memilih metode ini dibanding tunai. Dari mereka yang memilih metode pembayaran kredit, hampir setengah darinya memilih untuk membayar Down Payment atau pembayaran di muka sebesar 10-15 persen dari total harga properti. Hal ini menunjukkan beberapa kemungkinan termasuk darinya adalah keterbatasan uang dingin untuk investasi sebesar properti juga menariknya opsi dan insentif yang diberikan oleh pihak bank maupun pemerintah sebagaimana disampaikan sebelumnya. 

Perpanjangan fasilitas PPN DTP Properti ini dilakukan untuk mendorong investasi rumah tangga kelas menengah yang tertahan karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak memberi dampak signifikan terhadap pendapatan tetapi pengeluarannya.

Lamudi.co.id melihat, permintaan untuk properti harga bawah atau Rp100-600 juta cukup terdampak secara negatif oleh pandemi dengan penurunan minat hampir 20 persen dari 2019 atau sebelum pandemi. Hal ini berbanding terbalik dengan properti harga atas atau harga Rp2 miliar atau lebih yang mengalami peningkatan minat sebesar 7,83 persen dari tahun 2019 atau sebelum pandemi – peningkatan permintaan yang bersinergi dengan dorongan pemerintah untuk properti harga ini.

“Meski mengalami penurunan permintaan, properti harga bawah masih menjadi tipe properti yang paling dicari dengan 56,28 persen pengguna Lamudi.co.id di 2021, sejauh ini mencari properti di kisaran harga ini. Namun, dengan beragam dorongan dari pemerintah, tidak menutup kemungkinan bahwa posisi ini bisa diambil alih oleh properti harga menengah ke atas yang sekarang bersaing ketat di 43,73 persen,“ tandas Mart.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Open chat
1
Hello can we help you?