Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Riset : Hampir 1 Dari 2 Orang Dewasa Di Asia Tenggara Kehilangan Uang Karena Penipuan Percintaan Online

0 1,753

Tiket Pesawat Murah Airy

foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com – Saat dunia akan merayakan Hari Valentine, Kaspersky mengeksplorasi risiko yang berpotensi muncul dalam pencarian hubungan online, membahas kemungkinan kerugian yang dapat ditimbulkan secara moneter, dan bagaimana pengguna dapat melindungi perasaan dan keuangan mereka secara aman dari scammer percintaan di internet.

Asal tahu saja, penipuan percintaan online mengalami peningkatan sejak 2020, ketika pandemi pertama kali melanda dunia.

Dengan aktivitas fisik yang terbatas, internet, khususnya platform media sosial, telah menyediakan koneksi penting bagi banyak orang.

Penelitian Kaspersky sendiri menemukan bahwa lebih dari setengah (53%) pengguna media sosial di seluruh dunia banyak menggunakan jejaring sosial selama penguncian lokal dan nasional lebih daripada sebelumnya.

Penelitian yang sama juga mengungkapkan, 18% dari 1.007 orang dewasa yang disurvei untuk mewakili kawasan Asia Tenggara (SEA) menggunakan media sosial terutama untuk menemukan romansa, dan mayoritas (76%) menegaskan bahwa media sosial telah memberi mereka koneksi penting selama darurat kesehatan global.

Selain itu, hampir seperempat (24%) responden di Asia Tenggara mengatakan, bahwa mereka telah membentuk kehidupan nyata, pertemanan langsung dengan orang-orang yang awalnya bertemu di media sosial, sementara 18% lainnya mengakui bahwa mereka berkencan dengan seseorang yang mereka temui di platform ini.

Namun, perkembangan pesat dalam upaya menemukan pasangan ini juga disertai dengan risiko emosional hingga finansial.

Misalnya, pada tahun 2021, lembaga penegak hukum dari Singapura dan Malaysia bekerja sama untuk melacak kelompok yang mengkhususkan diri dalam penipuan percintaan (romance scams).

Sindikat itu diduga berada di balik setidaknya delapan penipuan di kedua negara, termasuk kasus seorang wanita Singapura berusia 41 tahun yang akhirnya kehilangan total $28.000.

Penelitian Kaspersky lainnya – “Mapping a secure path for the future of digital payments in APAC” –mengungkapkan, bahwa hampir satu dari dua (45%) di Asia Tenggara kehilangan uang karena penipuan percintaan online.

Sebagian besar insiden di sini hanya menelan biaya kurang dari 100 USD (22%). Namun, perlu dicatat bahwa usia korban dan kisaran biaya penipuan percintaan tampaknya menunjukkan tumpang tindih.

Dengan kerugian kurang dari 100 USD, dua generasi tertua (Baby Boomer dan Silent Generation) mencatat persentase tertinggi, keduanya sebesar 33%.

Kelompok usia paling senior, di sisi lain, mengalami kerugian paling banyak dengan hampir dua di antara lima dari mereka mengaku kehilangan 5.000-10.000 USD dari penipuan percintaan online.

Terakhir, sebagian kecil (8%) dari Gen Z mengatakan para penjahat dunia maya telah menyebabkan kerugian hingga lebih dari 10.000 USD atas ancaman online terkait percintaan kepada mereka.

“Ketika kita masih muda, kita cenderung lebih ingin tahu dan mungkin sedikit ceroboh. Ketika kita beranjak lebih dewasa, kita memiliki banyak waktu dan kesempatan. Selain itu juga biasanya, sejumlah tabungan pada rekening bank kita sebagai bentuk persiapan. Para penipu online dan pelaku kejahatan siber mengetahui kenyataan tersebut, serta kecenderungan manusia atas perasaan kesepian dan mendambakan kebersamaan ketika mengalami kesendirian terutama seperti masa penguncian sosial saat ini,” kata Chris Connell, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky seperti dilansir dalam siaran pers, Rabu (09/2).

“Namun, kasus-kasus yang mencuat akhir-akhir ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk menjaga pikiran tetap waspada bahkan di saat kita mendengarkan kata hati. Karena tidak ada yang lebih menyakitkan daripada memiliki kekasih palsu dan dompet kosong secara bersamaan. Kami menghimbau semua orang dari segala usia untuk tetap waspada dan lebih baik dalam membedakan keaslian hubungan yang kita bangun secara online dan offline,” tambahnya.

Artikel Terkait
1 daripada 2,285

Terlepas dari platform atau aplikasi apa pun, berikut tanda-tanda peringatan penipuan kencan online yang meliputi:

1.Demonstrasi emosi yang kuat dalam waktu yang sangat singkat.

2.Perpindahan cepat dari situs atau aplikasi kencan ke saluran pribadi.

3.Penipu mengajukan banyak pertanyaan tentang diri Anda. Ini karena semakin mereka tahu tentang Anda, semakin mudah Anda untuk dimanipulasi.

4.Cerita yang tidak konsisten. Scammers terkadang beroperasi dalam tim, dengan orang yang berbeda bersembunyi di balik satu identitas. Maka, ketika seseorang yang Anda ajak berinteraksi tampak tidak konsisten, Anda patut mencurigainya.

5.Mereka tidak memiliki jejak digital. Sementara beberapa orang tidak menggunakan media sosial dan mencoba meminimalkan jumlah informasi pribadi tentang mereka di internet, bisa jadi mencurigakan jika Anda tidak dapat menemukan jejak seseorang secara online.

6.Tidak ada panggilan video atau pertemuan tatap muka. Para korban umumnya melaporkan bahwa orang lain terus menerus membuat alasan untuk menghindari kamera. Alasan yang jelas adalah bahwa mereka tidak terlihat seperti orang di foto profil mereka. Mereka juga ingin menghindari identifikasi untuk mencegah dilacak setelahnya.

7.Permintaan uang berdasarkan kesulitan pribadi—misalnya, untuk kerabat yang sakit atau bisnis yang gagal.

Bagaimana menghindari penipuan kencan online

Menghindari penipuan terkait percintaan berarti hati-hati meneliti hubungan online yang berkembang terlalu cepat.

Berikut adalah beberapa cara lain untuk melindungi perasaan dan dompet Anda tetap aman:

1.Saat menggunakan situs media sosial, jangan terima permintaan pertemanan dari orang yang tidak Anda kenal.

2.Hindari mengungkapkan terlalu banyak informasi pribadi dalam profil kencan atau kepada seseorang yang hanya mengobrol dengan Anda secara online.

3.Lakukan segala hal secara perlahan. Ajukan pertanyaan kepada calon mitra Anda dan waspadai ketidak-konsistenan yang mungkin mereka tunjukkan.

4.Gunakan situs kencan terkemuka dan tetap berkomunikasi melalui layanan pesan mereka. Penipu online ingin Anda beralih ke teks, media sosial, atau telepon dengan cepat, jadi tidak ada bukti di situs kencan bahwa mereka meminta uang kepada Anda.

5.Jangan pernah memberikan uang kepada seseorang kecuali Anda juga memiliki hubungan dengan mereka secara offline.

6.Jika Anda berkencan dengan seseorang di luar dunia maya, pastikan untuk memberi tahu orang-orang dalam hidup Anda, sebagai perlindungan utama.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Open chat
1
Hello can we help you?