Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Alien Child Visualisasikan Keindahan Alam dan Budaya Bali di Video Klip ‘Selalu Dihati’

2,451

Tiket Pesawat Murah Airy

foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Alien Child, duo penyanyi asal Nusa Penida, Bali yang beranggotakan; Ayu Arya Larasati Maranda dan Ayu Aya Nusandari Maranda, baru-baru ini merilis single lagu berjudul “Selalu Dihati”.

Ditemui Jakartakita.com, disela-sela kegiatan pembuatan syuting video klip lagu “Selalu Dihati”, Ayu Arya Larasati Maranda, yang biasa di sapa Lala menuturkan, bahwa single lagu “Selalu Dihati” mempunyai makna yang dalam tentang keindahan alam serta budaya Indonesia.

Liriknya menceritakan tentang orang yang merantau dari kampung halaman demi masa depan yang lebih baik, dan tentang kerinduan akan rumah.

Uniknya, lagu ini dibuat dengan menggunakan dua bahasa.

“Sebenarnya, bikin lagunya cukup singkat, tapi proses pembuatan lagu ini yang lama, karena perlu mendalami dan menterjemahkan makna lagu “Selalu Dihati” agar teman-teman mengerti lagu ini,” jelas Lala.

Artikel Terkait
1 daripada 2,029

Ditambahkan, proses pembuatan video klip ‘Selalu Dihati’ melibatkan tim Visual Anak Negeri dengan meng-capture keindahan alam dan budaya di Nusa Penida, Bali.

Adapun lokasi pengambilan gambar, diantaranya: Broken Bay, Banah, Tembeling dan Pura Dalem Desa Batu Madeg, Nusa Penida, Klungkung Provinsi Bali.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Ayu Aya Nusandari Maranda, yang biasa dipanggil Aya menjelaskan tentang genre dari Alien Child.

“Banyak yang bertanya kalian genrenya apa sih? Mungkin karena kami memulainya dari umur yang sangat muda, sekitar 13 dan 14 tahun. Tapi, selama ini kami banyak terinspirasi dari EDM, RnB, Pop dan Rap. Artinya genre lagu “Selalu Dihati” itu, EDM Pop,” beber Aya.

Ia pun berharap, lagu “Selalu Dihati” bisa diterima masyarakat luas dan menginspirasi talenta-talenta penyanyi lain yang ada di Nusa Penida menjadi bermunculan dan dapat bersaing.

“Semoga industri musik Indonesia bisa sebesar KPop,” tandas Aya. (Edi Triyono)

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More