Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Tips Kelola THR Agar Tidak Pamit Begitu Saja dari MiPOWER by Sequis

0 1,421

Tiket Pesawat Murah Airy

foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com – ‘Ramadan tiba, Marhaban Ya Ramadan’, sepenggal lirik lagu ini sering terdengar di pusat-pusat perbelanjaan saat bulan Ramadan, yang biasanya ramai dikunjungi warga terutama oleh mereka yang sebentar lagi merayakan Lebaran karena sudah mendapat Tunjangan Hari Raya (THR).

Dengan nilai sejumlah 1 bulan gaji maka kita pasti merasa senang jika semua kebutuhan Lebaran dan keinginan tertunda bisa terpenuhi tanpa perlu menggunakan gaji bulanan kita.

Namun, apakah THR tersebut akan habis sebelum Lebaran atau masih tersisa? 

Co-Founder MiPOWER by Sequis and Registered Financial Planner, Edwin Limanta berbagi tips perencanaan keuangan sederhana, agar uang THR tidak pamitan begitu saja usai Lebaran tahun ini.

Melansir siaran pers, Selasa (19/4), Edwin menyarankan agar segera alokasikan dulu THR untuk zakat fitrah sebelum digunakan untuk kebutuhan Lebaran lainnya. “Jumlah zakat fitrah tergantung pada kebijakan dan kerelaan masing-masing individu. Jika Anda bingung mematok nilainya agar THR Anda juga cukup untuk kebutuhan Lebaran lainnya, maka bisa alokasikan sekitar 10% dari THR untuk zakat, sedekah, dan berbagi berkah untuk sekitar Anda, seperti untuk orang tua, asisten rumah tangga, supir, atau office boy di kantor. Berapa yang Anda akan berikan dan berapa orang yang dibagikan perlu dikalkulasikan anggarannya,” beber Edwin.  

Selanjutnya, untuk memanfaatkan THR dalam memenuhi kebutuhan, Edwin menganjurkan, “Sebelum mendapat gaji atau THR, buatlah daftar kebutuhan dengan membaginya dalam 3 kategori, yakni kebutuhan penting yang mendesak, kebutuhan penting tidak mendesak, dan kebutuhan tidak penting. Dengan cara ini, saat THR diterima, maka Anda akan dapat mengalokasikannya lebih mudah.”

Selain daftar kebutuhan, Edwin juga menyarankan agar membiasakan mencatat setiap pemasukan, pengeluaran, dan sisa uang THR.

Dengan memiliki catatan keuangan, kita bisa menilai diri sendiri, apakah sudah berhemat atau masih boros, membantu mengetahui kebutuhan mana yang masih belum dapat terpenuhi agar pendapatan berikutnya cukup membiayai kebutuhan selanjutnya.

Adapun salah satu bentuk kebutuhan yang bisa memanfaatkan dana THR adalah membayar sisa utang sehingga usai Lebaran dapat terbebas dari utang dan gaji bulan mendatang dapat dipergunakan untuk tujuan jangka panjang.

“THR bisa kita manfaatkan untuk membayar kewajiban yang biasanya kita bayar dengan menggunakan gaji. Manfaatkan THR untuk membayar semua atau sebagian cicilan dari kartu kredit, pay later belanja online, cicilan kendaraan maupun pinjaman lainnya yang memiliki biaya bunga tinggi. Saat THR dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban, maka selanjutnya dana darurat dan simpanan bisa bertambah,” saran Edwin.

Menerapkan Konsep Pay Yourself First Pada Dana THR

Artikel Terkait
1 daripada 33

Kewajiban zakat sudah dilaksanakan, kebutuhan Lebaran sudah terpenuhi, dan utang sudah dibayar.

Nah, berikutnya, lakukan pay yourself first. Konsep ini dikenalkan oleh David Bach pada bukunya Automatic Millionare. 

Maksud dari pay yourself first adalah mengalokasikan 30% pendapatan untuk persiapan masa depan.

Persiapan masa depan dilakukan dengan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki saat ini ke dalam pos dana darurat, asuransi jiwa & kesehatan serta investasi yang dananya tidak boleh diambil dalam jangka waktu yang telah Anda tetapkan untuk kebutuhan di masa depan.

“Saat menerima THR, kita sebaiknya menggunakannya untuk kebutuhan pay yourself first. Dengan demikian, THR yang Anda terima tidak pamit begitu saja namun memberikan rasa tenang dan optimis karena telah mengamankan kondisi keuangan di masa depan,” sebut Edwin.

Dalam menerapkan konsep pay yourself first, diperlukan komitmen yang kuat karena sifatnya jangka panjang.

Edwin mencontohkan, jika seseorang mengambil produk asuransi Term Life Insurance, maka ia harus membayar premi selama 6 tahun untuk mendapatkan perlindungan 10 tahun sehingga masa depan terlindungi dari risiko kerugian finansial jika terjadi kecelakaan yang menyebabkan cacat total dan tetap.

Demikian juga jika berkomitmen ingin berinvestasi di reksa dana selama 10 tahun maka selama periode waktu tersebut, gunakan dana masa depan untuk melakukan top up investasi secara periodik dan tidak mengambil atau mencairkan dana tersebut sebelum 10 tahun.

Menurut Edwin, menyiapkan dana masa depan lewat asuransi, sangat baik karena asuransi memberikan proteksi guna menjaga keberlangsungan hidup pada masa mendatang jika terjadi risiko sakit, kecelakaan hingga kematian.

“Kendala berasuransi pada masyarakat sering terbentur masalah premi. Padahal, Anda hanya perlu membayar premi dalam jangka waktu tertentu untuk bisa mendapatkan manfaat seumur hidup. contohnya pada produk Q Smart Life New Gen Insurance yang memberikan jaminan perlindungan jiwa yang panjang hingga usia 99 tahun tanpa harus membayar premi seumur hidup. Bahkan memiliki nilai tunai yang dijamin,” beber Edwin.

Jika alokasi THR sudah diterapkan untuk hal-hal penting di atas, kemudian (jika) masih tersisa, barulah Anda bisa memanjakan diri sendiri, misalnya, membeli baju Lebaran, membeli pernak-pernik Lebaran, buka puasa bersama teman, ke salon untuk merapikan rambut sebelum Hari Raya, dan lainnya.

“Upayakan anggaran tidak melebihi 10% dari dana yang tersedia, tahan keinginan lainnya sampai tabungan mencukupi atau sampai THR berikutnya,” tandas Edwin.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Open chat
1
Hello can we help you?