Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Perkuat Pendidikan Karakter Bangsa, TNI – Universitas Pertamina Jalin Sinergi

0 1,300
foto : dok. Universitas Pertamina

Jakartakita.com – Selain penguatan akademik, institusi pendidikan juga diharapkan dapat memberikan bekal pendidikan karakter (character building) kepada para peserta didik.

Pernyatan tersebut disampaikan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil, Ph.D., usai acara penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Universitas Pertamina (UPER) di Jakarta, Kamis (25/8).

Menurut Jenderal Andika, pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, berdasarkan survei karakter siswa yang dilaksanakan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, disebutkan bahwa angka Indeks Karakter Siswa Indonesia menurun.

Tahun 2021 lalu, angka untuk jenjang pendidikan menengah adalah 69,52. Turun dua poin dari tahun sebelumnya (2020) yang sempat mencapai angka 71,41.

Adapun, lima dimensi yang menjadi obyek survei, adalah: religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.

“Penerapan pendidikan karakter juga merupakan salah satu upaya pencegah perpecahan bangsa. Sehingga, implementasinya perlu dilakukan tidak hanya dari level pendidikan dasar dan menengah, tetapi terus sampai ke level pendidikan tinggi,” tegasnya.

Dengan ditandatanganinya MoU dan PKS sebagai turunan dari MoU tersebut, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dalam berbagai program kerja lain selain penyediaan tenaga pengajar atau trainer untuk pembekalan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.

“Kami juga mengapresiasi UPER yang telah menyediakan beasiswa bagi Prajurit TNI, PNS TNI, dan Keluarga Besar TNI. Bahkan, UPER memberikan Beasiswa Patriot, kepada para Personel TNI yang cedera dan tidak mampu lagi melaksanakan tugas secara fisik, namun memiliki prestasi dan minat mengembangkan kemampuan diri melalui pendidikan tinggi,” jelasnya lagi.

Artikel Terkait
1 daripada 44

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pertamina (UPER), Prof. Ir. IGN Wiratmaja Puja, Ph.D., menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah beasiswa, yang tahun ini nilai totalnya mencapai Rp24 Milyar.

“Ada Beasiswa Ujung Negeri (BUN) dan Beasiswa Generasi Juara (BGJ), yang kami siapkan untuk siswa/siswi berprestasi terutama dari daerah pelosok. Kedua beasiswa ini memberikan pembebasan biaya sumbangan awal pendidikan dan pembebasan biaya semester hingga 100 persen,” ucap Prof Wirat.

Lebih lanjut disampaikan, dalam proses diseminasi informasi program beasiswa kepada masyarakat serta identifikasi calon penerima beasiwa, pihaknya akan dibantu oleh para personil TNI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Para calon penerima beasiswa tersebut kemudian akan diproses sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku di UPER,” pungkasnya.

Adapun Asisten Personalia (Aspers) Panglima TNI Marsekal Muda (Marsda) TNI Kusworo, S.E., M.M., mengungkapkan, saat ini kedua institusi juga telah melaksanakan sejumlah program kerja, diantaranya talent mapping untuk dosen dan tenaga kependidikan.

“Kedepan, kami berharap dapat bersinergi dalam pelaksanaan program kerja lain, contohnya pelaksanaan Tri Dharma. Para dosen dan mahasiswa UPER akan kami berikan akses untuk dapat bersinergi dengan program kerja yang telah berjalan di lembaga,” tuturnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Purwo Sudaryanto mengungkapkan, pihaknya siap berkolaborasi dalam berbagai program, salah satunya Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).

Dikatakan, dosen dan mahasiswa UPER dapat berpartisipasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, misalnya melalui program Bakti Sosial (Baksos), TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), atau program komunitas lainnya.

“Dalam setahun, program TMMD dilaksanakan sebanyak tiga kali di 50 titik di seluruh pelosok negeri. Program ini akan meningkatkan kesempatan akademisi UPER untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga, permasalahan yang terjadi di lingkungan sosial dapat menjadi dasar bagi perkembangan iptek kedepan,” terangnya. (Edi Triyono)



Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More