Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Waspada Bahaya Kanker Paru Akibat Kebiasaan Vape

0 1,532
foto : getty images

Jakartakita.com – Fenomena merokok elektrik yang dikenal dengan istilah vaping atau vape saat ini tengah popular, karena penggunanya beranggapan kalau vape lebih aman dibanding rokok konvensional, karena kadar nikotinnya lebih rendah.

Namun, Medical Underwriter Sequis, dr Debora Aloina Ita Tarigan mengatakan, walau vape mungkin tidak memiliki kandungan nikotin sebanyak rokok konvensional, tapi kandungan nikotin vape tetap sama bahayanya dengan rokok. Risiko kesehatan yang ditimbulkan vape juga tidak main-main, mulai dari batuk hingga potensi kanker paru. 

“Pada vape terdapat kandungan karsinogen dan nikotin yang berpotensi menyebabkan iritasi tenggorokan dan gangguan saluran pernapasan. Paparan rokok asap vape tidak hanya berbahaya bagi penggunanya tapi juga bagi sekelilingnya. Terutama, bagi anak-anak karena daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa. Asap vape juga dapat menempel pada permukaan benda dan berpotensi masuk ke dalam organ tubuh,” terang dr. Debora seperti dilansir dalam siaran pers, Selasa (13/9).

Lebih lanjut diungkapkan, asap atau uap dengan nikotin yang terkandung dalam vape bisa menyebabkan adiksi jangka panjang, karena paparan asap rokok konvensional maupun vape, termasuk juga polutan, bahan kimia, atau radiasi dapat menyebabkan radang dan iritasi pada paru.

Peradangan dapat berlangsung singkat hingga kronis.

Jika terjadi iritasi berkepanjangan berpotensi merusak organ pernapasan dan memicu penyakit kritis, seperti kanker paru kronis dan penyakit jantung.

“Gejala kanker paru biasanya tidak dapat dideteksi cepat dan awam, dibutuhkan serangkaian pemeriksaan fisik maupun laboratorium, seperti pemeriksaan dahak, X-Ray, CT scan paru, biopsi paru dan bronkoskopi untuk menegakkan diagnosis kanker paru,” jelas dr. Debora.

Ditambahkan, penyakit kanker paru masih bisa dikendalikan atau dikontrol tapi sangat sedikit kemungkinan untuk sembuh total.

Ada beberapa pilihan pengobatan kanker paru, yakni pembedahan atau operasi, target terapi, radioterapi dan kemoterapi. 

Artikel Terkait
1 daripada 33

Untuk pengobatan dengan kemoterapi hanya dapat dilakukan ketika karsinoma sel kecil telah menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga tidak mungkin dilakukan pembedahan.

Proses pengobatannya membutuhkan tindakan medis berbiaya besar, waktu yang panjang, peralatan medis yang lengkap dan canggih mulai dari rawat jalan, rawat inap, dan rawat jalan pascarawat inap.

Mengingat bahaya kanker paru, dr. Debora mengajak masyarakat ikut aktif menurunkan prevalensi kanker paru, karena kasus kematian pada kanker paru-paru tertinggi di Indonesia. 

Ia menyarankan, agar perokok dan pengguna vape meninjau kembali kebiasaan mereka dengan mengurangi hingga benar-benar berhenti merokok dan menggunakan vape. 

Dr. Debora juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan diimbangi dengan istirahat yang cukup.

Perlu juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah kanker paru, mulai dari medical check-up standard hingga rontgen dada atau CT scan paru.

“Menghadapi risiko penyakit kanker, dibutuhkan proteksi komprehensif. Risiko terpapar nikotin dan vape tidak saja mengganggu penggunanya tapi juga mereka yang hidup bersama atau dekat dengan pengguna sehingga menjaga hidup sehat saja dirasa tidak cukup. Kita juga perlu melakukan tindakan preventif, yakni melengkapi diri dan keluarga dengan proteksi kesehatan yang komprehensif.

Sequis menyediakan Sequis Q Infinite MedCare Rider Series Plan Lite yang memiliki keunggulan untuk perawatan kanker. Diantaranya, masa tunggu hanya 90 hari untuk penyakit kanker, tersedia manfaat perawatan kanker yang sangat komprehensif. Mulai dari perawatan sebelum perawatan aktif (termasuk diagnostik, 60 hari sebelum perawatan aktif), perawatan aktif (termasuk obat, tindakan medis, konsultasi) – kemoterapi, radioterapi, terapi imun, terapi target, terapi hormon, manfaat perawatan setelah perawatan aktif (90 hari setelah perawatan aktif) dan manfaat pemantauan (1x per tahun polis sampai dengan 5 tahun). Semuanya sesuai tagihan,” beber dr. Debora.

Di kesempatan yang sama, Health Product Senior Manager, Ninis Melodie menambahkan, Sequis Q Infinite Medcare Rider Series Plan Lite hadir dengan manfaat kamar rawat inap 2 tempat tidur yang tidak menggunakan kamar terendah yang memberikan manfaat optimal dengan harga minimal.

Ada juga sejumlah manfaat pelengkap, seperti penggantian biaya untuk donor pihak ketiga, biaya rawat jalan, terapi, konsultasi gizi, osteopati, manfaat pengobatan tradisional Tiongkok, biaya konsultasi Psikologis, biaya peralatan medis, biaya pembelian anggota tubuh artifisial, dan biaya perawatan atas komplikasi pra dan pasca melahirkan.

“Tersedia dengan 3 pilihan plan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah,” tandas Ninis Melodie.



Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More