Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Pemerintah Indonesia Percepat Target Waktu Setop Produksi Mobil Berbahan Bakar Minyak

0 6,991

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tiket Pesawat Murah Airy

foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com – Baru-baru ini, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan target Indonesia berhenti produksi mobil berbahan bakar minyak (BBM) pada 2035.

Selanjutnya, akan mendorong produksi dan penggunaan mobil listrik atau electric vehicle (EV).

Adapun pernyataan Luhut terkait penghentian produksi kendaraan berbasis BBM pada 2035 memiliki target yang lebih awal dibandingkan rencana sebelumnya.

Pada Oktober 2021, Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyebutkan, bahwa pemerintah menargetkan penghentian produksi motor BBM pada 2040 dan mobil BBM pada 2050.

“Sekarang lagi disusun semua perencanaannya, kita berharap, mungkin kira-kira 2035 sudah tidak ada lagi mobil combustion yang diproduksi di dalam negeri, kita semua akan pakai EV,” katanya di Gedung Sarinah, Selasa (27/9) lalu.

Dengan konversi ke kendaraan listrik, Luhut berharap, Indonesia bisa mengurangi impor minyak mentah.

Artikel Terkait
1 daripada 2

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan produksi palm oil, yang sebagian bisa dijadikan bahan energi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan instruksi agar instansi pemerintah pusat dan daerah untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas.

Luhut mengeklaim, bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta agar pengadaan kendaraan listrik bagi pejabat pada tahun ini dan tahun depan menggunakan APBN.

Pemerintah sendiri telah menargetkan 2 juta mobil dan 13 juta motor mengaspal di Indonesia pada 2030.

Untuk menunjang target tersebut, pemerintah berencana membangun 31.900 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan 17.000 stasiun pertukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) pada 2030.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi juga telah mengemukakan wacana agar subsidi BBM dialihkan untuk insentif motor listrik. 

Per Juli 2022, Kementerian Perhubungan mencatat, bahwa sudah ada sekitar 22.600 kendaraan listrik di Indonesia, sebagian besar didominasi motor.

Nah, bagaimana menurut Anda terkait wacana ini?



Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More