Take a fresh look at your lifestyle.

Trah HB II Hadiri Tradisi Tenongan Nyadran Laku Sikramat Dusun Pagerotan Pagerejo, Kenang Tempat Lahir Leluhur

0 1,210

Jakartakita.com – Tradisi yang dilaksanakan setiap hari Jumat Kliwon 70 hari sekali di dusun Pagerotan, desa Pagerejo kecamatan Kertek Wonosobo disebut Tenongan Nyadran/ruwat Laku Sikramat.

Pada agenda tenongan Jumat 6 Oktober 2023 lalu, agenda tersebut dirasakan warga semakin istimewa karena juga dihadiri perwakilan dari Keluarga Trah Hamengku Buwono II Kraton Yogyakarta yang turut mengikuti seluruh rangkaian ritual.

Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono

Trah HB II yang tergabung dalam Vasiatii Socaning Lokika Foundation tersebut diwakili Raden Mas Kukuh Hertriasning (Gusti Aning) yang memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan rombongan kepada warga dusun Pagerotan.

Gusti Aning menyebut bahwa agenda tradisi ruwat laku Sikramat di Pagerotan yang peringati cikal bakal dari tempat kelahiran Sultan Hamengku Buwono II sangat istimewa dan telah dilestarikan sejak lama.

“Di sini tradisi masih terawat dan diharapkan bisa menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan religi. Harapan kami ke depan dari Pemkab Wonosobo, juga dari Desa dan Kecamatan bisa terus kembangkan destinasi tersebut mengingat desa ini menjadi tempat kelahiran raja Jawa yang besar,” tuturnya.

Selama setahun lebih pihaknya bersama panitia pengusulan gelar pahlawan untuk HB II sudah mengumpulkan data. Desa Pagerejo menjadi tempat penting dalam penyusudan kronologi tersebut.

Related Posts
1 daripada 5,303

“Pada saat perjanjian Giyanti 1755 dan Kemungkinan Raden Sundoro baru berusia lima tahun ikut boyongan, dan jejaknya masih dicari apakah sejak saat itu diboyong dari sini. Juga melihat peristiwa Geger Sepehi(1812) untuk usulan pada pemerintah pusat terkait jejak ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Gusti Aning juga menjelaskan hubungan kesejarahan masa kecil HB II dengan Dusun Pagerotan Pagerejo serta kiprah Sunan Puger yang selama ini menjadi salah satu tokoh yang dikenang di Pagerejo.

Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono

Hadir pula dalam kesempatan itu Kepala Disparbud Wonosobo Agus Wibowo, Camat Kertek, Kepala Dusun Pagerotan, Ketua Vasiatii Socaning Lokika Foundation Fajar Bagoes Poetranto dan berbagai kalangan termasuk wisatawan.

Seluruh warga bersama-sama melakukan nyadran di makam Sikramat yaitu makam tokoh pendiri Pagerotan yakni Sunan Puger dengan membawa tenong yang berisi nasi golong dengan lauk pauk khasnya untuk dinikmati bersama-sama sebagai wujud syukur dan kerukunan seluruh warga.

“Acara ini adalah tradisi di desa Pagerejo lestarikan dari tokoh HB II yang lahirnya di Pagerotan hingga usia sekitar 6 tahun. Kebetulan hadir juga dari Trah HB II dan harapannya akan kita angkat sebagai desa wisata budaya. Penelusuran ini sudah berproses dan sudah ada tim dari keraton dan kabupaten ini juga terlibat dari rentang zaman ini juga cukup menyulitkan. Memang ada beberapa data yang valid dan harapannya desa ini bisa jadi wisata unggul dan unik. Karena tidak ada tempat lain yang sama karena ketokohan ini yang berbeda,” jelas Agus Wibowo.

Disebut Agus, Pemkab Wonosobo juga sudah memberi dukungan dari aksesibilitas dengan jalur lingkar utara yang ke arah Dieng.

“Setelah aksesibilitas juga butuh dukungan amenitas dan juga fasilitas di desa seperti untuk pengelolaan homestay yang diupgrade untuk event-event penting. Beberapa event rutin seperti pengambilan mata air di Surodilogo dan event sport tourism yang tiga kali Duathlon,” pungkasnya. (Foto teks: Edi Triyono)

Tinggalkan komen