Take a fresh look at your lifestyle.

Wamenbud dan WIPO Bekerja Sama Memperkuat Upaya Perlindungan Kekayaan Intelektual di Bidang Kebudayaan

Jakartakita.com – Indonesia memiliki lebih dari 1.300 kelompok etnis, lebih dari 17.000 pulau, dan lebih dari 700 bahasa. Saatini, kita memiliki 2.213 Warisan Budaya Takbenda yang telah tercatat di tingkatnasional, dan jumlah ini akan terus bertambah. Informasi itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Indonesia, Giring Ganesha saat menerima kunjungan Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization(WIPO), Daren Tang beserta jajarannya.

Mereka bertemu dalam jamuan makan siang di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Direktur Jenderal WIPO ke Indonesia, yang diagendakan akan bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Jamuan makan siang yang berlangsung di tengah koleksi sejarah Museum Nasional Indonesia ini bukan hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga simbol kolaborasi antara lembaga internasional dan pemerintah Indonesia dalam menjaga dan memajukan kekayaan intelektual. Kunjungan ini memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi budaya internasional dan menjadi momentumuntuk mendorong pelestarian budaya sebagai aset intelektual yang bernilai

Momentum ini juga menjadi tonggak penting dalam mempererat kolaborasi antara Indonesia dan WIPO di bidang perlindungan serta pengelolaan kekayaan intelektual budaya. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai upaya dan potensi kerja sama untuk memperkuat upaya pelindungan Kekayaan Intelektual (KI), khususnya di bidang kebudayaan.
Menurut Wamenbud, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia adalah kekuatan sekaligus tantangan, terutama dalam konteks kekayaan intelektual. Tantangan tersebut mencakup isu royalti atas ekspresi budaya tradisional, seperti batik, musik, dan tari; pemanfaatan objek budaya untuk tujuankomersial, terutama oleh industri besar dan pihak asing; sampai pengelolaankoleksi museum dan situs warisan budaya.

“Untuk pertama kalinya, Indonesia punya kementerian yang secara khusus menangani kebudayaan. Presiden Prabowo mengingatkan bahwa budaya harus menjadi wajah bangsa. Maka, kami yakin bahwa inilah waktu yang tepat untuk mengatasi berbagai tantangan terkait kekayaan intelektual budaya,” kata Wamenbud Giring di Museum Nasional, Senin, 11 Agustus 2025.

Pada kesempatan ini, Wamenbud Giring menekankan pentingnya kerjasamadengan WIPO dalam tiga bidang strategis. Pertama, Wamenbud menyoroti perlunya strategi pendaftaran dan perlindungan kekayaan intelektual komunal di tingkat internasional agar warisan budaya tak hanya dikenal luas, tetapi juga terlindungi secara hukum.
Kedua, dirinya menekankan pentingnya penyusunan kebijakan yang mampu mendorong komersialisasi warisan budaya tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional di dalamnya. Ketiga, urgensi peningkatan kapasitas nasional dalam hak cipta, merek dagang, dan bidang kekayaanintelektual lainnya..

Kerja sama ini, diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi budaya global, pelindungan kekayaan budaya nasional, dan pemanfaatan kembali oleh masyarakat, pemilik sah kekayaan budaya tersebut. Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang, menyampaikan rasa hormat dankebahagiaannya dapat berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya dalam kapasitasnya sebagai pimpinan WIPO. “Sebagai seseorang yang juga datang dari Asia Tenggara saya ingin memastikan bahwa pekerjaan WIPO mendukung, terutama soal penciptaan kekayaan intelektual dari negara-negara berkembang melalui teknologi dan menciptakan intellectual property (IP),” terang Daren.

Pria asal Singapura ini menyoroti besarnya pengaruh budaya Indonesia, termasuk dalam kehidupannya pribadi. Ia mengenang berbagai elemen budaya yang tumbuh bersamanya, seperti lagulegendaris “Bengawan Solo”, musik gamelan, hingga kuliner khas Indonesia. Hal tersebut menurutnya menjadi bukti kuatnya jejak budaya Indonesia dalam identitas regional Asia Tenggara. Menurutnya, aspirasi Indonesia untuk menjadi kekuatan budaya dunia sangat layak didukung sepenuhnya.

Daren Tang dijadwalkan hadir dalam pembukaan IP Expose 2025 pada Rabu, 13 Agustus 2025 di Gedung SMESCO, Jakarta. IPExposemerupakan agenda tahunan yang digelar oleh Kementerian Hukumdan HAM untukmerayakan serta mendukung inovasi, kreativitas, dan pelindungan kekayaanintelektual di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kebudayaan ikut berpartisipasi dengan menampilkan booth bertema “Warisan Budaya: Inspirasi Produk Kekayaan Intelektual”, yang mengangkat budaya tradisional sebagai sumber inovasi yang bernilai dan dilindungi secara hukum. (Henry)


Tinggalkan komen