Take a fresh look at your lifestyle.

Diikuti Ribuan Peserta, Bromo Marathon 2025 Bakal Hadirkan Rute yang Menantang Sekaligus Memesona

Jakartakita.comPlataran Bromo Resort & Venue Kembali menjadi official venue, berikut start dan finish line, untuk penyelenggaraan Bromo Marathon 2025 yang akan diadakan pada Minggu, 7 September 2025. Ajang lari berkelas internasional ini kembali berlangsung untuk kali ke-12 sejak pertama digelar pada 2013.

Acara tahun ini disponsori oleh Bank Jatim, dengan seluruh rangkaian termasuk start, finish, serta pengambilan race pack peserta terpusat di Plataran Bromo, Jawa Timur.
Para pelari akan menikmati rute lari yang ikonik dan menantang sekaligus memesona. Kategori Full Marathon diawali dengan turunan curam kemudian pendakian sampai ketinggian 2.491 meter diatas permukaan laut.

Di sepanjang jalur, mereka akan disuguhi panorama Bromo Tengger Semeru National Park yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Taman Nasional tercantik di dunia.

Mereka juga akan menyusuri desa-desa Tengger seperti Ngadiwono, Pandansari dan Mororejo, lembah berkabut, serta lereng vulkanik yang dramatis. Suasana ini menghadirkan pengalaman berlari yang menyatukan ketangguhan fisik, kekayaan budaya lokal, dan keindahan alam Indonesia.

“Kita, terutama para peserta akan melihat keindahan Bromo Tengger Semeru dan menggerakan perekonomian sekitar. Rutenya akan masuk-masuk blusukan. Ini bakalan seru banget karena melewati perkebunan dan udaranya sepanjang rutenya segar,” jelas Febrian, salah seorang travel & lifestyle influencer yang juga mengikuti Bromo Marathon dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis, 28 Agustus 2025.

Tahun ini, jumlah peserta mencapai 2.328, dengan sekitar 20 persen di antaranya adalah peserta asing. Jumlah pengunjung diperkirakan bakal meningkat menjadi minimal 6.000 karena acara ini bertepatan dengan long weekend.

Pendaftaran untuk acara ini telah ditutup pada awal bulan Agustus ini karena kuota telah terpenuhi. “Untuk peserta asing paling banyak itu dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Ada juga beberapa dari negara Eropa, tapi yang cukup banyak peserta dari Amerika,” ungkap Dedy Kurniawan selaku founder Bromo Marathon dalam kesempatan yang sama.

“Dengan semakin banyaknya peserta dan pengunjung yang datang, banyak yang menginap atau stay kebih lama di kawasan Bromo dan sekitarnya. Bahkan kalau biasanya mereka cuma semalam stay, sekarang ini bisa meningkat jadi dua atau tiga malam apalagi kalau ada event seperti Bromo Marathon ini bisa semakin bertambah lagi,” terang CEO dan Founder Plataran Indonesia, Yozua Makes.

Event lari bergengsi ini terdiri dari lima kategori lomba, yaitu Marathon (42,195 km dengan elevasi 1.794 meter), Half Marathon (21,097 km dengan elevasi 922 meter), 10K (387 meter elevasi), 5K (216 meter elevasi), dan kategori Kids 2.5K (112 meter elevasi). Pilihan kategori ini dirancang untuk menjangkau pelari dari berbagai tingkatan kemampuan.

Tak hanya ajang kompetisi, Bromo Marathon juga dirancang sebagai ajang perayaan budaya lokal. Komunitas sekitar Bromo akan menampilkan pertunjukan seni tradisional Suku Tengger, menyajikan kuliner khas daerah, hingga menjual produk kerajinan lokal terutama dari para UMKM. (Henry)


Tinggalkan komen