Take a fresh look at your lifestyle.

Ethereum Turun di Bawah US$4.000 Lagi, Namun Pembalikan Bisa Segera Terjadi

Jakartakita.com – Ethereum kembali melemah di bawah level psikologis US$4.000 dan kini diperdagangkan di sekitar US$3.727. Tekanan jual ini mencerminkan kondisi pasar crypto yang masih cenderung berhati-hati, meskipun sejumlah indikator mulai mengisyaratkan potensi pembalikan arah dalam waktu dekat.

Para analis menilai bahwa pelemahan ini bersifat sementara karena data on-chain menunjukkan stabilitas dari investor jangka menengah hingga panjang. Dalam konteks cara trading futures yang efektif, kondisi seperti ini kerap dianggap sebagai peluang untuk mengakumulasi posisi di harga bawah sebelum momentum bullish berikutnya muncul.

Sehingga ketika kamu ingin mendapatkan peluang maka bisa memilih aplikasi trading dengan leverage tinggi, volatilitas Ethereum justru memberikan ruang untuk strategi short-term yang lebih agresif, asalkan diimbangi dengan manajemen risiko ketat.

Terdapat beberapa platform yang telah mendukung trading futures crypto di Indonesia yang menyediakan fitur leverage dan fitur charting yang lengkap serta cocok untuk trader profesional salah satunya Pintu Futures dan beberapa platform crypto lain.

Pintu Futures adalah fitur trading derivatif di aplikasi Pintu yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan kontrak berjangka aset crypto dengan leverage hingga 25x. Dengan antarmuka yang simpel, dukungan leverage tinggi, stop order, limit order, serta biaya trading kompetitif, Pintu Futures cocok untuk trader pemula maupun profesional.

Tekanan Jual di Pasar Crypto Masih Berlanjut

Ethereum bukan satu-satunya aset yang terkena tekanan harga minggu ini. Penurunan kapitalisasi pasar global sebesar lebih dari US$60 miliar menunjukkan bahwa minat beli masih melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian makroekonomi dan penguatan dolar AS.

Namun, meski pasar tampak lesu, sejumlah data teknikal justru menandakan fase akumulasi yang tengah berlangsung. Penurunan ETH ke level US$3.727 menjadi yang pertama kali terjadi sejak awal Oktober, dengan volume transaksi meningkat tajam di bursa derivatif utama.

Kondisi ini sering kali menjadi sinyal bahwa pelaku pasar besar mulai melakukan reposisi menjelang potensi pembalikan arah harga.

Dukungan dari Investor On-Chain

Dilansir dari Glassnode, Rasio Net Unrealized Profit/Loss (STH-NUPL) untuk holder jangka pendek Ethereum baru-baru ini turun ke zona kapitulasi. Artinya, sebagian besar investor jangka pendek kini mencatatkan kerugian.

Secara historis, kondisi seperti ini kerap mendahului fase pemulihan karena tekanan jual mulai mereda dan pelaku pasar berhenti menjual dalam kondisi rugi.

Situasi ini serupa dengan yang terjadi pada pertengahan 2023, di mana ETH sempat turun ke bawah US$1.600 sebelum akhirnya melonjak lebih dari 60% dalam dua bulan.

Pola serupa juga bisa muncul kembali jika tekanan jual saat ini berhenti di area US$3.700, yang menjadi titik akumulasi strategis bagi investor jangka menengah.

Selain itu, data on-chain juga menunjukkan bahwa kelompok holder 3–6 bulan kini menguasai hampir 12% dari total pasokan ETH. Peningkatan proporsi ini menandakan bahwa sebagian besar investor jangka pendek telah bertahan lebih lama di pasar, memperkuat keyakinan akan potensi pemulihan harga dalam jangka menengah.

Holder Jangka Panjang Tetap Tenang

Di tengah koreksi yang terjadi, holder jangka panjang Ethereum tetap menunjukkan keyakinan tinggi terhadap prospek aset ini. Berdasarkan analisis gelombang HODL, mayoritas investor masih mempertahankan posisinya tanpa banyak pergerakan keluar dari pasar.

Ini merupakan tanda bahwa struktur fundamental Ethereum tetap kuat, terutama setelah pembaruan besar pada jaringan seperti Dencun Upgrade yang meningkatkan efisiensi biaya transaksi dan kapasitas jaringan Layer 2.

Fakta bahwa holder tidak panik di tengah penurunan harga menunjukkan bahwa mereka masih mengantisipasi tren bullish baru dalam beberapa minggu ke depan. Biasanya, kondisi pasar seperti ini menjadi dasar bagi pembentukan support kuat sebelum harga memantul kembali.

Analisis Teknis: Support dan Potensi Rebound

Dari sisi teknikal, Ethereum saat ini menguji garis support di kisaran US$3.742, yang secara historis menjadi area pantulan kuat sejak Agustus lalu. Jika level ini berhasil dipertahankan, ETH berpotensi untuk kembali menembus US$4.000 dan melanjutkan kenaikan menuju target US$4.221 dalam jangka pendek.

Indikator RSI pada grafik harian juga mulai menunjukkan sinyal oversold, menandakan bahwa tekanan jual kemungkinan sudah mendekati batas bawah. Jika momentum pembelian meningkat di area ini, Ethereum dapat mengalami rebound teknikal yang signifikan.

Namun, apabila ETH gagal bertahan di bawah US$3.700, maka potensi koreksi lebih dalam hingga US$3.489 masih terbuka. Level ini menjadi batas psikologis yang dapat menguji ketahanan sentimen bullish di pasar crypto secara keseluruhan.

Faktor Fundamental yang Mendukung Pemulihan

Selain dari sisi teknikal, ada sejumlah faktor fundamental yang mendukung kemungkinan pembalikan harga Ethereum dalam waktu dekat:

1. Kegiatan DeFi dan staking meningkat

Aktivitas di jaringan Ethereum, terutama pada sektor DeFi dan staking, terus mengalami pertumbuhan. Total nilai terkunci (TVL) dalam protokol berbasis ETH tetap tinggi, menandakan kepercayaan pengguna terhadap ekosistem ini belum pudar.

2. Kebijakan moneter global

Ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada akhir tahun 2025 bisa menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk crypto. Likuiditas yang meningkat biasanya mendorong investor kembali ke aset digital besar seperti Ethereum.

3. Upgrade jaringan berkelanjutan

Ethereum Foundation masih terus mempersiapkan peningkatan efisiensi jaringan untuk 2026, termasuk pengembangan penuh Layer 2 dan sharding. Peningkatan ini diharapkan mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan kecepatan eksekusi, menjadikan ETH lebih kompetitif dibanding blockchain lain.

Analis Mulai Optimistis

Beberapa analis crypto mulai menyuarakan pandangan positif terhadap ETH. Menurut Benjamin Cowen, analis teknikal dari IntoTheCryptoverse, pola harga saat ini sangat mirip dengan fase konsolidasi 2021 menjelang reli besar yang membawa ETH menembus US$4.800.

Ia memperkirakan bahwa jika ETH dapat mempertahankan area US$3.700–US$3.750 selama beberapa hari, maka potensi kenaikan menuju US$4.200 cukup kuat.

Sentimen Pasar Mulai Stabil

Meskipun volatilitas masih tinggi, sentimen pasar Ethereum secara keseluruhan mulai stabil. Indeks Fear & Greed crypto global menunjukkan pergeseran dari “Fear” ke “Neutral”, mengindikasikan bahwa kepanikan jual sudah mulai berkurang.

Volume transaksi di bursa spot juga meningkat secara perlahan, yang biasanya menjadi tanda awal peningkatan permintaan riil. Jika tren ini berlanjut, Ethereum kemungkinan besar akan membentuk pola higher low baru di kisaran US$3.700, yang bisa menjadi dasar pergerakan naik jangka menengah menuju US$4.500 pada kuartal terakhir 2025.

ETH Siap Rebound?

Kesimpulannya penurunan Ethereum di bawah US$4.000 tampaknya bukan tanda pelemahan permanen, melainkan fase konsolidasi sebelum potensi pemulihan. Data on-chain yang positif, kepercayaan holder jangka panjang, serta peningkatan aktivitas jaringan menunjukkan bahwa fundamental ETH tetap solid.

Jika level support US$3.742 mampu dipertahankan, Ethereum berpeluang besar untuk kembali menguji area resistance US$4.000 dan bahkan menembus US$4.221. Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah US$3.489, momentum bullish bisa tertunda lebih lama.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.


Tinggalkan komen