Take a fresh look at your lifestyle.

Bakal Seru, Java Jazz Tahun Depan Pindah di Lokasi NICE PIK 2

Jakartakita.com – Konser musik jazz terbesar di Indonesia, Jakarta International Java Jazz Festival 2026 siap digelar selama tanggal 29, 30, dan 31 Mei 2026 akan menjadi selebrasi musik lintas generasi dan lintas budaya.

Dalam penyelenggaraan menandai usia ke-20 festival ini, PT Java Festival Production berpindah ke rumah barunya yakni di Nusantara International Convention and Exhibition Center (NICE) PIK 2.

Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono

Presiden Direktur Java Festival Production Dewi Gontha mengatakan, pemindahan lokasi dari JIExpo Kemayoran ke PIK 2 sebagai bentuk upaya panitia untuk menaikkan standar penyelenggaraan Java Jazz agar semakin naik kelas.

Dua puluh tahun lalu, Java Jazz Festival lahir dari tekad untuk membuktikan bahwa Indonesia
mampu menjadi pusat perhatian dunia melalui musik. Kini, semangat yang sama membawa kami menuju panggung yang lebih besar, lebih modern, dan lebih inklusif.

Pindah ke NICE berarti membuka lembaran baru dalam pengalaman bermusik. Dengan akses strategis ke bandara dan berbagai kawasan Jakarta, lokasi ini dirancang untuk menyambut
penggemar musik dari seluruh Indonesia dan mancanegara,” ucap Dewi dalam konferensi pers di Tangerang PIK 2, Kamis (30/10).

Namun yang lebih penting dari infrastruktur adalah pesan simbolik: bahwa Java Jazz Festival berani terus berubah agar tetap relevan, progresif, dan dekat dengan masyarakat.

Kami juga berterima kasih kepada para sponsor setia dan rekan-rekan media yang telah
menjadi bagian penting dari perjalanan kami. Liputan dan promosi Anda selama dua dekade bukan hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mengukuhkan Java Jazz Festival sebagai salah satu festival musik terbesar di dunia.

Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono

Tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi Java Jazz Festival. Kami menghadirkan Earth, Wind & Fire Experience, Incognito, dan program khusus “Eros Djarot in Jazz”, sebagai penghormatan terhadap warisan musik Indonesia.

Selain itu, musik Brasil dalam format jazz akan menjadi bagian dari dialog budaya yang
memperkaya pengalaman festival.

Kami juga berkomitmen menjadikan Java Jazz Festival lebih inklusif dan terjangkau, dengan meninjau harga tiket agar dapat dinikmati oleh pelajar, profesional muda, dan keluarga dari berbagai lapisan. Karena musik bukan milik segelintir orang — musik adalah bahasa universal yang menyatukan kita semua.

Dewi menambahkan, tujuannya jelas agar penggemar musik tidak perlu lagi ke Singapura, Malaysia, Jepang, atau Australia untuk menikmati artis-artis besar dunia. Kami ingin membawa mereka ke
Indonesia, menjadikan negeri ini salah satu pusat hiburan dan musik terbesar di Asia.

Kolaborasi ini mencerminkan visi yang lebih luas: membangun ekosistem kreatif yang
berkelanjutan, yang memberi ruang bagi seniman lokal dan membuka peluang bagi industri
hiburan nasional untuk tumbuh dan bersaing di panggung global.

Kita telah melalui perjalanan panjang dari keraguan hingga pengakuan dunia. Kini, saatnya
kita melangkah lebih jauh dengan semangat yang sama: keberanian, kolaborasi, dan cinta terhadap musik.

Java Jazz Festival bukan hanya festival. Ia adalah gerakan budaya, simbol kreativitas Indonesia yang mendunia.
Mari bersama menjadikan dua puluh tahun berikutnya lebih berkesan daripada dua puluh tahun pertama,” tandas Dewi.


Tinggalkan komen