Menier Cognac Resmi Debut di Indonesia, Gabungkan Destinasi Modern di Jakarta Dengan Warisan Klasik Prancis
Jakartakita.com – Menier Cognac, rumah cognac asal Prancis yang dikenal karena keanggunan abadi dan warisan distilasi yang halus, resmi melakukan debutnya di Indonesia melalui Grand Launch eksklusif di Mantra, salah satu destinasi modern-lifestyle paling dinamis di Jakarta.

Didirikan oleh duo ayah dan anak, Jacques Menier dan Thomas Menier, Menier Cognac tumbuh di atas warisan visi, presisi, dan semangat lintas generasi. Dedikasi mereka untuk menghadirkan cognac yang memadukan savoir-faire klasik Prancis dengan keanggunan kontemporer tercermin dalam setiap botol—melalui pemilihan eaux-de-vie berkualitas tinggi dan proses aging yang cermat dalam oak Prancis.
Peluncuran Menier Cognac ini dirancang untuk mencerminkan identitas ganda Menier: berakar kuat pada tradisi Prancis, namun beradaptasi dengan sentuhan modern yang selaras dengan budaya global.
Edhi Sumadi, Chief Principal of Cognac Menier in Indonesia mengatakan keluarga Menier melakukan reformulasi pada produk mereka agar menghasilkan karakter yang lebih smooth dan mudah dinikmati. Saya melihat ada potensi besar di pasar Indonesia, baik dari konsumen yang sudah lebih matang maupun generasi yang lebih muda. Ke depan, mereka bisa memilih produk ini sesuai ekspektasi mereka terhadap kualitas dan pengalaman menikmati cognac.

Perlu dipahami bahwa cognac (PSD) dibuat dari buah anggur putih. Setiap kategori minuman beralkohol memiliki bahan baku berbeda: ada yang berasal dari gandum, ada yang dari buah agave seperti tequila, sementara cognac terbuat murni dari anggur putih. Tidak ada tambahan kimia apa pun; semua proses dilakukan secara alami mengikuti tradisi panjang di Prancis.
Proses produksi buah anggur untuk cognac hanya dipanen sekali setahun, biasanya pada Agustus–September. Di Prancis, aturannya sangat ketat, panen hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu tertentu, misalnya sekitar enam minggu. Setelah dipetik, anggur segera diproses melalui fermentasi.
Fermentasi dimulai ketika jus anggur yang telah dipres dicampurkan dengan ragi. Proses ini mengubah gula menjadi alkohol dengan kadar sekitar 15%. Setelah fermentasi selesai, proses berlanjut ke distilasi atau penyulingan, yang meningkatkan kadar alkohol menjadi sekitar 67–70%. Hasilnya berupa cairan bening seperti air, disebut eau-de-vie atau pure spirit.
Di beberapa pabrik di Indonesia, spirit dibuat dari tebu (molases), namun cognac hanya boleh dibuat dari anggur. Spirit hasil distilasi ini berwarna putih, sebelum akhirnya dimasukkan ke tong kayu untuk proses penuaan.
Penuaan memberikan warna keemasan, aroma, dan rasa yang khas. Untuk cognac, hanya digunakan satu jenis kayu, yaitu kayu troncais dari Prancis, khususnya dari hutan di selatan Paris.
Jenis anggur yang digunakan pun spesifik. Cognac hanya boleh menggunakan anggur putih bernama Ugni Blanc. Anggur merah tidak diperbolehkan. Ini berbeda dengan wine, yang tidak mengalami distilasi. Wine masih terus “hidup” di dalam botol dan dapat rusak jika penyimpanannya tidak tepat. Sementara spirit seperti whisky, gin, rum, vodka, dan cognac tidak lagi mengalami evolusi setelah distilasi.
Dalam sambutannya, Thomas Menier, Founder & CEO.”Ini adalah sebuah legacy yang terus bergerak, berakar pada tradisi, dibentuk oleh perjalanan, dan terinspirasi oleh teman-teman baru di seluruh dunia. Cognac Menier adalah tentang koneksi, dan kami merasa terhormat membawa semangat itu ke Indonesia.”
Sementara itu, Jacques Menier, Founder & Global Ambassador, menambahkan memberikan perspektif antargenerasi, serta membagikan warisan emosional dari rumah Menier.
“Cognac Menier lebih dari sekadar cognac, ini adalah kisah keluarga kami, diwariskan selama beberapa generasi. Dari rumah keluarga kami di Borderies hingga teman-teman baru di seluruh dunia, kami bangga dapat membagikannya dengan Indonesia,” ucap Jacquas Menier dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (04/12/2025).
Setelah fashion showcase, suasana beralih ke after-party yang meriah melalui penampilan DJ YB (Reza Arap) dan DJ Yasmin yang menghadirkan perpaduan musik elektronik dan modern dance. Pergeseran dari makan malam elegan ke suasana nightlife yang dinamis menggambarkan dualitas Menier Cognac—berlandaskan tradisi, namun tetap relevan di kultur modern.
Sepanjang malam, para tamu mengeksplorasi warisan Menier, mulai dari asal-usul eaux-de-vie di kawasan Borderies hingga craftsmanship yang teliti dalam setiap blend-nya. Setiap detail—dari pairing kuliner hingga pertunjukan—mencerminkan dedikasi Menier terhadap keaslian, seni, dan refinement modern.
Menier Cognac secara resmi memasuki pasar Indonesia dengan keyakinan dan kejelasan visi. Menier kini tersedia melalui Drip Drop Bottleshop, dengan kehadiran on-premise di sejumlah venue terkemuka seperti Izzy Social Club, Vault, Mantra PIK, Bar Miglia, Bengkel Space, dan Che Cohiba Atmosphere.
Memulai perjalanannya di Indonesia, Menier berharap membangun koneksi yang bermakna dengan komunitas yang menghargai refinement, kreativitas, dan rasa yang luar biasa,” tutup Edhi.
Untuk harga, produk VSOP Menier dijual di outlet sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per botol ukuran 750 ml. VSOP memiliki usia penuaan minimum 4 tahun, namun untuk Menier usia spirit-nya 6 tahun, sedangkan XO minimum 10 tahun, dan untuk Menier XO usia penuaannya mencapai 22 tahun. Lama proses penuaan inilah yang membuat nilai dan harganya tinggi. Misalnya di Sydney, XO Menier bisa mencapai sekitar Rp5,5 juta per botol.
