Take a fresh look at your lifestyle.

Apresiasi Musisi Jalanan di Kota Tua Jakarta, Wamen Giring Ganesha Berikan Alat Musik Baru

Jakartakita.comKementerian Kebudayaan menegaskan komitmen negara untuk menghadirkan ruang yang layak bagi para musisi jalanan. Salah satunya dilakukan Wakil Menteri (Wamen) Kebudayaan Giring Ganesha yang memberikan apresiasi alat musik kepada para musisi jalanan melalui Institute Musisi Jalanan (IMJ).

Foto: Jakartakita.com/Henry

Dalam acara yang berlangsung di kawasan Kota Tua, Jakarta, Sabtu malam, 6 Desember 2025, Wamen Giring mengatakan, apresiasi alat musik kepada para musisi jalanan merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat ekosistem musisi jalanan di berbagai kota di Indonesia sekaligus arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ekosistem musik di Indonesia semakin inklusif.

“Ini arahan dari Presiden Prabowo lewat Kementerian Kebudayaan. Ekosistem musisi tanpa terkecuali termasuk Musisi jalanan, memang harus diperhatikan tata kelolaannya. Karena mereka ini musisi-musisi yang luar biasa,” ucap Giring dalam kata sambutannya.

Foto: Jakartakita.com/Henry

“Pak Prabowo yang punya gagasan ini, musisi-musisi semua harus punya level yang sama, kesempatan yang sama. Jadi kita ucapkan terima kasih banyak pada presiden kita. Terima kasih juga buat Menteri Kebudayaan pak Fadli Zon yang juga sangat mendukung kegiatan ini,” sambungnya.

Dalam acara yang berlangsung santai dan hangat itu, Giring menyerahkan gitar sebagai alat musik simbolis untuk musisi jalanan. Ia mengatakan, bantuan alat musik bukan sekadar materi, tetapi energi baru bagi para musisi.

“Jika saya menempatkan diri sebagai Musisi, bisa punya alat musik baru, senar baru, drum kit baru, itu bikin semangat. Semangat untuk berkarya, semangat berekspresi. Ini bukti negara hadir untuk semua, apalagi negara hadir untuk budayawan dan seniman lewat Kementerian Kebudayaan,” tutur mantan vokalis Nidji ini.

Foto: Jakartakita.com/Henry

Menurut Giring, tahun 2026 akan menjadi momentum perbaikan tata kelola musisi jalanan secara lebih menyeluruh. Ia pun juga menegaskan bahwa Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberi perhatian khusus terhadap musisi tunanetra agar mendapatkan ruang dan kesempatan yang setara untuk berkarya.

Kementerian Kebudayaan saat ini juga sedang mendorong kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kepolisian Republik Indonesia, untuk menyiapkan ruang-ruang pertunjukan yang layak bagi musisi jalanan.

Bukan hanya di Kota Tua Jakarta, program serupa juga sudah dilakukan di kawasan Tanjung Priok, Malioboro Yogyakarta, serta mulai dipetakan untuk wilayah lain di Indonesia.

Foto: Jakartakita.com/Henry

“Di tahun 2026, kami akan benar-benar memikirkan tata kelola terbaik untuk ekosistem musisi jalanan. Bayangkan nanti di bandara ada pertunjukan musik live, orang bisa menikmati musik sambil menunggu penerbangan. Itu bagian dari wajah kebudayaan kita,” ujarnya.

Acara tersebut juga diisi dengan doa dan dedikasi lagu dari para musisi untuk para korban bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Wamen Giring mengatakan bahwa Kementerian Kebudayaan telah mengirimkan bantuan melalui unit-unit pelaksana teknis di daerah, serta mengajak seluruh insan budaya untuk terus menunjukkan solidaritas.

Sebagai penutup, Giring sempat menyanyikan satu lagu yang disambut meriah para musisi jalanan maupun para pengunjung kawasan Kota Tua yang langsung melihat penampilan Wamen. Giring kemudian bernyanyi bersama sejumlah musisi jalanan yang dipersemnbahkan untuk para korban bencana di Sumatra. (Henry)


Tinggalkan komen