Take a fresh look at your lifestyle.

Aice Dukung Olahraga Anak Sejak Dini Lewat SenengMinton di 4 Kota di Jawa Tengah 2025

Jakartakita.com – Di tengah bayang-bayang ancaman gaya hidup sedenter (kurang gerak) yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia, Aice Group bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengprov PBSI Jawa Tengah mengambil langkah preventif melalui Festival SenengMinton Jawa Tengah 2025.

Kolaborasi ini merupakan upaya konkret untuk memutus rantai kurangnya aktivitas fisik pada anak sejak usia dini melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.

Foto: Fortuna PR

Berdasarkan data kesehatan nasional, tren perilaku sedenter atau gaya hidup dengan aktivitas fisik rendah pada anak-anak meningkat drastis seiring tingginya durasi penggunaan gawai setiap harinya. Fenomena ini tidak hanya memicu risiko obesitas, tetapi juga mengancam penurunan kemampuan motorik dan kognitif pada anak usia sekolah dasar yang seharusnya berada dalam masa pertumbuhan emas.

Menurut Sylvana Zhong selaku Senior Brand Manager Aice Group, dukungan terhadap Festival SenengMinton merupakan manifestasi dari komitmen perusahaan untuk hadir sebagai bagian dari solusi kesehatan keluarga Indonesia. Perilaku sedenter bukanlah sekadar persoalan kurang bergerak, melainkan sudah menjadi ancaman serius bagi kualitas SDM di masa depan.

“Lewat inisiatif ini, Aice berupaya mengubah paradigma anak-anak dari ketergantungan pada layar gadget menjadi kegemaran beraktivitas fisik di lapangan. Dengan memperkenalkan olahraga sebagai momen kebahagiaan dan kebersamaan, diharapkan muncul kesadaran intrinsik pada anak sekaligus orang tua, untuk mengadopsi pola hidup sehat secara berkelanjutan,” terang Sylvana dalam keterangan tertulisnya, 19 Desember 2025.

Foto: Fortuna PR

Pentingnya intervensi fisik pada masa kanak kanak didukung oleh landasan ilmiah yang kuat terkait perkembangan otak. Aktivitas fisik yang dilakukan secara intens dan konsisten pada anak usia enam hingga sembilan tahun terbukti dapat memicu pelepasan protein Brain Derived Neurotrophic Factor atau BDNF yang berperan dalam mengoptimalkan koneksi antar saraf.

Hal ini menunjukkan bahwa anak anak yang aktif bergerak secara rutin memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan fokus dan daya serap informasi yang lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasa menjalani pola hidup kurang bergerak.

Menjawab tantangan tersebut, Festival SenengMinton merancang berbagai permainan yang melatih koordinasi motorik, kecepatan, dan ketangkasan untuk mengasah kembali kemampuan sensorik anak yang kerap menurun akibat terlalu banyak duduk.
Selain itu, Aice turut menghadirkan kebahagiaan bagi para peserta anak tersebut dengan membagikan ribuan produk Mooochii Mango yang dikenal sangat disukai banyak anak-anak.

Di dalamnya, Mooochii Mango memiliki tekstur kulit kenyal, es krim rasa mangga yang lembut, dan menyegarkan. Semua pemenang Festival SenengMinton juga mendapatkan apresiasi tambahan, masing-masing satu dus Mooochii Mango sebagai bentuk perayaan atas semangat dan prestasi mereka.

Antusiasme masif di Festival SenengMinton terlihat dari besarnya jumlah peserta. Tercatat 2.266 siswa sekolah dasar dari puluhan sekolah hadir dalam rangkaian kegiatan, mulai dari Solo pada 23 September, dilanjutkan di Purwokerto pada 8 November, kemudian Semarang pada 20 November dan terakhir ditutup di Magelang pada 11 Desember.

“Kehadiran ribuan anak di festival, menjadi bukti bahwa ruang untuk berolahraga yang dikemas secara ramah anak sangat ditunggu-tunggu. Di setiap kota, peserta diajak untuk melatih ketangkasan dasar bulutangkis tanpa tekanan kompetisi yang berat. Justru kita mengajaknya lewat pendekatan bermain yang menumbuhkan rasa cinta pada olahraga,” tutur Sylvana.

Pada akhirnya, visi besar dari kolaborasi ini adalah membangun karakter bangsa melalui filosofi men sana in corpore sano. Dengan menempatkan kegembiraan sebagai fondasi utama sebelum memasuki pelatihan teknis yang serius, anak-anak diajarkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan daya juang secara alami.

Aice meyakini bahwa dengan memutus rantai perilaku sedenter sejak kelas 1 sekolah Dasar (SD), Indonesia sedang berinvestasi pada generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental untuk bersaing di kancah global. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu bagi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam membangun ekosistem gaya hidup aktif demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cerah.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut positif tingginya antusiasme peserta Festival SenengMinton Jawa Tengah 2025. Menurutnya, pengenalan olahraga bulu tangkis sejak usia dini menjadi langkah penting dalam pembinaan atlet ke depan.

“Kami memandang pentingnya mengenalkan olahraga bulu tangkis sejak usia dini untuk kemudian dapat dibina lebih lanjut. Lewat Festival SenengMinton, kami ingin anak anak bisa menikmati proses belajar bulu tangkis dengan cara yang menyenangkan,” kata Yuni Kartika.

“Melihat antusiasme yang sangat tinggi pada seri Jawa Tengah ini, kami berharap minat terhadap bulu tangkis dapat semakin bergema sejak usia dini, sehingga kedepannya dapat mendorong terbentuknya kegiatan ekstrakurikuler bulu tangkis di sekolah sekolah, serta membuka jalan bagi anak anak berbakat untuk bergabung dengan klub,” sambungnya.

Yuni juga mengapresiasi dukungan Aice yang turut berperan dalam menyukseskan Festival SenengMinton tahun ini. Menurutnya, keterlibatan brand dalam kegiatan olahraga anak anak menjadi kontribusi positif dalam memperluas jangkauan pembinaan olahraga sejak usia dini.

Peserta dilatih melalui rangkaian aktivitas fisik yang komprehensif, mulai dari Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing the Shuttlecock, Zig Zag Run, hingga Service to Target. Setiap permainan ini dirancang secara ilmiah untuk mengasah motorik, koordinasi, kecepatan, serta ketangkasan, yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia anak di tiap jenjang kelas.

Bagi orangtua dan pihak sekolah, festival ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sarana edukatif yang efektif untuk menjangkau lapisan akar rumput. Banyak sekolah menyambut positif inisiatif ini karena membuka peluang baru bagi pengembangan kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis di lingkungan pendidikan mereka.

Kehadiran ribuan orangtua yang mendampingi anak-anak mereka menunjukkan adanya kerinduan akan wadah aktivitas fisik yang aman dan mampu membangun kedekatan emosional antara anggota keluarga. Antusiasme ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pengenalan olahraga yang berbasis pada kebahagiaan mampu menarik minat anak untuk lepas sejenak dari layar gawai dan kembali aktif bergerak di lapangan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat juang para peserta, Aice hadir memberikan keceriaan melalui penghargaan yang merata bagi seluruh elemen festival. Bukan hanya para pemenang yang mendapatkan piala dan uang pembinaan, namun seluruh anak dan guru pendamping juga menerima tanda penghargaan atas partisipasi mereka.

“Lewat dukungan di Festival ini, Aice ingin menegaskan komitmen jangka panjang untuk terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem olahraga nasional yang positif, di mana kesehatan dan kebahagiaan berjalan beriringan dalam mencetak generasi muda Indonesia yang lebih ceria dan bugar,” tutup Sylvana. (Henry)


Tinggalkan komen