Take a fresh look at your lifestyle.

Menyatukan Perspektif Global, Pemerintah, dan Komunitas Tentang Air Untuk Kehidupan di Forum BST 2026

Jakartakita.com – Di tengah perubahan iklim, degradasi ekosistem, pertumbuhan populasi, dan ketimpangan akses, air bersih kini menjadi salah satu tantangan global paling mendesak dengan dampak yang sangat nyata di tingkat komunitas. Padahal, air merupakan fondasi kehidupan, kesehatan, dan ketahanan sosial.

Sebagai bagian dari rangkaian Beauty Science Tech (BST) 2026, ParagonCorp menggelar forum publik bertajuk “From Grounded Impact to System Change: Building Water Resilience Ecosystem” di City Hall, Pondok Indah Mall 3 (PIM 3), Jakarta Selatan.

Beauty Science Tech 2026. foto: Jakartakita.com/Henry

Forum ini menghadirkan perspektif global, dinamika pemerintah, praktik bisnis, dan realitas komunitas untuk membahas air bukan hanya sebagai isu sumber daya, melainkan sebagai tantangan sistem yang berpengaruh langsung pada kesehatan, gender, dan kualitas hidup.

Diskusi menyoroti paradoks yang dihadapi Indonesia—negara yang kaya sumber daya air, tapi ternyata masih memiliki wilayah dengan keterbatasan akses terhadap air bersih dan aman.

Di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT), perempuan dan anak-anak masih harus menempuh perjalanan jauh setiap hari untuk mendapatkan air, sebuah kondisi yang berdampak pada kesehatan, keselamatan, pendidikan, produktivitas, serta kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. Mereka bahkan ada yang mengalami pelecehan seksual terutama karena tugas untuk mendapatkan dan membawa air dilimpahkan pada kaum perempuan.

Beauty Science Tech 2026. foto: Jakartakita.com/Henry

Forum ini juga menjadi bagian dari perjalanan water stewardship ParagonCorp lewat kampanye #LangkahAlirkanHarapan, yang berangkat dari keyakinan bahwa peningkatan kualitas hidup dapat dimulai dari akses dasar terhadap air bersih.

Bagi ParagonCorp, air bukan isu keberlanjutan yang abstrak, melainkan elemen penting yang terhubung erat dengan semua aspek kehidupan, kesehatan, kebersihan, perawatan kulit dan tubuh, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Diskusi yang dimoderatori oleh Batari Saraswati, Climate & Sustainability Policy Expert dari Systemiq Indonesia, menegaskan bahwa tantangan air paling berat dirasakan oleh perempuan dan keluarga. Untuk itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar inisiatif tidak berhenti pada proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi solusi berkelanjutan yang meningkatkan kualitas hidup.

Beauty Science Tech 2026. foto: Jakartakita.com/Henry

Dalam diskusi yang berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026 tersebut, Board on Council ParagonCorp Wardah Stewardship for Global Impact., Retno L. P. Marsudi menegaskan bahwa air merupakan isu keamanan manusia dan pembangunan global.

“Do not wait until the well is dry to know the worth of water,” kata Retno Marsudi, menekankan pentingnya penyelarasan antara kebijakan, diplomasi, dan implementasi di tingkat lokal, agar agenda global mengenai isu air dapat benar-benar diterjemahkan menjadi dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah memandang air sebagai kebutuhan mendasar yang menentukan ketahanan hidup masyarakat. Menurut Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rachmat Kaimuddin, peran negara adalah memastikan air tersedia secara adil, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, di seluruh wilayah Indonesia.

Di tengah ketimpangan akses yang masih terjadi, perhatian publik dan dukungan pendanaan menjadi krusial agar air tidak hanya hadir sebagai sumber daya, tetapi sebagai jaminan kehidupan yang layak bagi semua.

Dari perspektif lapangan, Founder & CEO Komodo Water, Shana Fatina menegaskan bahwa isu air tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana sistem sosial dan perilaku masyarakat terbentuk. Di wilayah pesisir, keterbatasan akses air bersih, yang sering kali berjarak jauh dan berpotensi membahayakan perempuan, berdampak pada tingginya biaya hidup, rendahnya produktivitas, serta beban yang tidak proporsional, terutama bagi perempuan.

Berangkat dari pengalamannya menghadirkan akses air bersih di Lempe dan Wae Tulu, Shana menekankan pentingnya mendekatkan sumber air sekaligus membangun pemahaman dan kebiasaan yang berkelanjutan, dengan solusi yang selaras dengan konteks lokal agar benar-benar meningkatkan kesehatan, efisiensi waktu, dan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, dr. Sari Chairunnisa selaku Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, menekankan keterkaitan erat antara kualitas air, kebersihan, dan kesehatan kulit.

Ia menjelaskan pendekatan ParagonCorp yang terintegrasi melalui sejumlah pilar, mulai dari pengelolaan air yang bertanggung jawab dalam operasional, mendorong efisiensi penggunaan air di tingkat konsumen, hingga inovasi R&D yang mengembangkan formulasi dengan kebutuhan air yang lebih sedikit.

Upaya ini dilengkapi dengan inisiatif konservasi air berbasis komunitas yang difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi, sekaligus membuka kolaborasi lintas industri agar kesadaran dan aksi terhadap isu air dapat bergerak lebih luas dan berdampak nyata.

Selain menghadirkan forum diskusi, di Beauty Science Tech 2026 juga menghadirkan Hall of Purpose, sebuah multisensory immersive experience dari inisiatif sustainability ParagonCorp. Salah satunya adalah experience Komodo Water: Carry What They Carry, VR experience yang membawa perjalanan warga Lempe mengambil air setiap harinya. Ingin membangun kesadaran kepada pengunjung untuk lebih sadar penting dan berharganya air bagi kehidupan kita.

Perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, melalui penggunaan air yang lebih bertanggung jawab dan kebiasaan sehari-hari yang tidak membebani mereka yang masih harus berjuang untuk mengaksesnya.

Pada saat yang sama, forum ini membuka ruang bagi tumbuhnya inisiatif dan kolaborasi, termasuk yang dilakukan Komodo Water, agar potensi solusi air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui langkah-langkah nyata di bawah kampanye #LangkahAlirkanHarapan, ParagonCorp percaya bahwa ketika isu air semakin disuarakan, perhatian, dukungan, dan keadilan dapat mengalir bersama, menegaskan bahwa menjaga air berarti menjaga kehidupan.

*Beauty Science Tech 2026 hadir dari 21 – 25 Januari 2026, terbuka gratis untuk umum, di PIM 3 City Hall. Informasi lebih lengkap dapat diakses di akun Instagram @beautysciencetech.(Henry)


Tinggalkan komen