Joe Taslim, Wulan Guritno, hingga Winky Wiryawan Kunjungi Desa di NTT untuk Bantu Renovasi Sekolah
Jakartakita.com — Pendidikan yang layak, sanitasi yang aman bagi anak perempuan, dan akses air bersih yang setara masih menjadi tantangan nyata di banyak wilayah, khususnya Indonesia Timur. Menjawab kebutuhan tersebut, sederet figur publik yang dinaungi Lee Management, yakni Joe Taslim, Wulan Guritno, Winky Wiryawan, Kenes Andari, Shaloom Razade, Ida Rhijnsburger, dan Gerin Nathaniel, turun langsung ke lapangan melalui program Give Back to Society, berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), ZAP Clinic, In Journey dan Lion Parcel dalam kegiatan Voluntrip di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Para figur publik mengunjungi dua sekolah dasar di Manggarai. Bersama masyarakat setempat, mereka tidak hanya hadir, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan, mulai dari membantu renovasi ruang kelas, memperbaiki fasilitas belajar, membangun toilet ramah anak perempuan, hingga memberikan edukasi tentang kesehatan, sanitasi, serta simulasi tanggap bencana bagi anak-anak, guru, dan orang tua murid.

“Kami datang ke Manggarai bukan sebagai figur publik, tapi sebagai manusia yang ingin belajar dan berbagi. Saya mengajak teman-teman talent di Lee Management untuk turun langsung, karena kami percaya kehadiran sederhana, bekerja bersama, mendengar, dan membantu, bisa memberi arti, terutama untuk anak-anak dan sekolah yang menjadi ruang tumbuh mereka.” kata Bucie Lee selaku Managing Director dari Lee Management Bagi Joe Taslim.
“Datang ke Manggarai dan bertemu anak-anak di sekolah ini mengingatkan saya bahwa kehadiran kita, waktu, tenaga, dan empati, bisa berarti besar. Semoga apa yang kami lakukan bersama hari ini menjadi langkah kecil yang memberi harapan besar bagi masa depan mereka,” ujar Bucie Lee dalam keterangan resmi di Jakarta pada Selasa (24/02/26).
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk mewujudkan dampak yang berkelanjutan. “Anak- anak di Manggarai memiliki hak yang sama atas pendidikan yang aman, sehat, dan bermartabat. Di negara yang rawan bencana seperti Indonesia, memastikan sekolah yang aman menjadi fondasi penting untuk menumbuhkan generasi mendatang yang cerdas dan berdaya. Kami mengapresiasi dukungan korporasi serta peran aktif masyarakat, termasuk figur publik, yang berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan komunitas. Ketika pengaruh publik berpadu dengan aksi nyata, perubahan tidak lagi menjadi wacana, melainkan benar-benar dirasakan oleh anak-anak dan masyarakat.”

Kolaborasi bersama dalam inisiatif sosial seperti ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Brighter Change bagi Generasi Cerdas Indonesia.
Syarif Assegaf, Direktur Operasional ZAP Clinic, menegaskan bahwa renovasi sekolah serta pemenuhan akses sanitasi dan air bersih memiliki dampak langsung terhadap kesehatan dan keberlanjutan belajar anak. “Lingkungan belajar yang aman dan sehat menentukan kehadiran serta kualitas tumbuh kembang anak di sekolah. Melalui kegiatan CSR ini, kami berkomitmen berkontribusi tidak hanya melalui dukungan renovasi fasilitas pendidikan, tetapi juga lewat edukasi kesehatan dan sanitasi yang berdampak jangka panjang, sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan Generasi Cerdas Indonesia,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. InJourney menempatkan pembangunan manusia sebagai bagian integral dari keberlanjutan ekosistem pariwisata nasional. Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, InJourney berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata yang mendukung kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam memastikan tersedianya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan layak bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“InJourney memandang bahwa keberlanjutan Indonesia harus dimulai dari pemenuhan hak dasar anak atas lingkungan belajar yang aman dan memadai. Fasilitas pendidikan yang layak, termasuk ruang belajar yang aman, sanitasi sehat, dan akses air bersih, menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, InJourney menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pembangunan manusia dengan menciptakan dampak jangka panjang melalui sinergi bersama masyarakat dan para mitra. Hal itu sesuai dengan fokus kami di tahun 2025 ini, yaitu Bersama Berkarya Lestarikan Indonesia,” ujar Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney.
Kenny Kwanto, Chief Marketing Officer Lion Parcel, mitra pendukung perjalanan ini menambahkan, “Bagi Lion Parcel, logistik bukan hanya soal mengirimkan barang, tetapi juga mengantarkan nilai dan kebaikan. Sejalan dengan komitmen #LogistikBaik Lion Parcel, kolaborasi bersama Plan Indonesia dan Lee Management ini kami harapkan dapat memanfaatkan infrastruktur dan jangkauan logistik kami yang tersedia hingga ke Indonesia Timur sebagai jembatan kepedulian, agar kebaikan dapat sampai dan memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan.”
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Winky Wiryawan berkesempatan bertemu langsung dengan anak sponsornya yang tinggal di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Pertemuan ini menjadi momen hangat untuk saling bertukar kabar, memberikan semangat belajar, serta menyemangati anak dalam menggapai cita-cita dan masa depannya.
Melalui Voluntrip di Manggarai, Lee Management, Plan Indonesia, ZAP Clinic, InJourney, dan Lion Parcel menegaskan bahwa perubahan sosial tidak cukup berhenti pada kepedulian, tetapi membutuhkan keterlibatan nyata. Dari ruang kelas yang direnovasi hingga toilet yang lebih aman bagi anak perempuan, inisiatif ini menunjukkan bahwa aksi bersama dapat membuka akses pendidikan, kesehatan, dan masa depan yang lebih setara bagi anak-anak Indonesia. Foto: dok. Yayasan Plan Indonesia
