Kerja Lebih Cerdas Dengan LIBRA AI Sebagai Secret Weapon Perempuan Karier Modern
Jakartakita.com – Tantangan terbesar bagi perempuan profesional saat ini bukan hanya soal performa, tapi bagaimana mengelola waktu dan energi di tengah tumpukan beban administratif yang repetitif.
Menjawab kebutuhan akan keseimbangan antara produktivitas dan kreativitas, PT ASIX Indonesia Cerdas (ASIX), bagian dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), resmi memperkenalkan LIBRA.

Platform asisten AI berstandar enterprise ini dirancang menjadi mitra digital andalan di dunia kerja dan diluncurkan di ITB Innovation Park dengan tema “Future Activated.”
LIBRA hadir untuk mengambil alih tugas-tugas administratif yang kerap menyita waktu. Dengan kecanggihan teknologi AI mutakhir, platform ini memungkinkan tim, terutama para perempuan pemimpin dan profesional, untuk lebih fokus pada inovasi dan pekerjaan yang bernilai strategis, tanpa terjebak dalam rutinitas teknis yang melelahkan.
Pemilihan lokasi di ITB pun mempertegas sinergi antara Sinar Mas, China Mobile, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam menciptakan teknologi yang aplikatif bagi masyarakat.
Menurut Presiden Direktur PT ASIX Indonesia Cerdas, Andrie Tjioe, LIBRA adalah mitra digital yang aman untuk membantu tim bekerja dengan lebih lincah.

“LIBRA membantu meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keamanan data perusahaan,” terangnya dalam acara peresmian di Bandung, menurut siaran pers pada 13 Mei 2026.
Dukungan infrastruktur tangguh dari China Mobile serta validasi akademis dari ITB memastikan bahwa LIBRA bukan hanya canggih secara teori, namun juga relevan menjawab tantangan masa depan.
Visi besar ini pun mendapat apresiasi dari sudut pandang kenegaraan. M. Arfan Sahib Sali Kando selaku Kepala Biro Data & Informasi Dewan Pertimbangan Presiden RI, menilai bahwa kehadiran LIBRA sejalan dengan agenda percepatan transformasi digital nasional yang aman, terarah, dan berdampak nyata.
Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi serta mendorong daya saing Indonesia.
“Dengan diluncurkannya LIBRA, kita menambah satu lagi pondasi dalam bangunan kedaulatan digital di Indonesia. Satu langkah signifikan, tetapi harapannya memiliki impact yang besar,” tambahnya, sembari menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi.

Perwakilan dari ITB, Dr. Ian Josef Matheus Edward menyampaikan dari sisi akademisi yang turut memperkuat landasan teknologi ini. bahwa LIBRA merupakan wujud nyata kolaborasi strategis yang tidak hanya mutakhir secara teori, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan masa depan.
Sebagai solusi komprehensif, LIBRA membawa berbagai fitur cerdas untuk kendali penuh di tangan para pekerja yang seolah menjadi ‘asisten pribadi’ digital.
Ada AI Assistant yang memberikan jawaban akurat untuk memecahkan pertanyaan kompleks secara instan; lalu Document Summarizer yang merangkum laporan panjang menjadi poin-poin utama dalam sekejap, menghemat waktu baca yang berharga.
Selain itu ada Meeting Transcription yang mengubah diskusi rapat menjadi catatan terstruktur secara otomatis sehingga bisa tetap fokus pada jalannya diskusi tanpa harus sibuk mencatat; dan Creative Tools yang dilengkapi dengan Image Generator dan dubbing multibahasa untuk mendukung kebutuhan komunikasi bisnis yang lebih modern dan estetik.
Kehadiran LIBRA melalui kolaborasi ASIX, China Mobile, dan ITB ini menegaskan bahwa masa depan dunia kerja adalah tentang kemudahan dan efisiensi.
Langkah nyata dari Bandung ini membawa pesan kuat bahwa dengan bantuan teknologi yang tepat, setiap individu memiliki kesempatan untuk mencapai potensi tertingginya di panggung inovasi dunia. (Henry)
