Harga BBM Turun, Harga Rumah Tetap Tinggi

Jakartakita.com  – Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), semen dan gas Elpiji 12 kilogram (kg), bagaimana dampaknya terhadap harga properti terutama rumah?

Pengamat Properti Ali Tranghanda menilai justru turunnya harga BBM dan semen ini tidak akan berdampak signifikan pada harga properti/rumah.

“Profitnya yang bakal naik, tapi harga mungkin tidak akan turun,” kata dia, di Jakarta, belum lama ini.

Ali menyebut, meski harga rumah tidak mengalami penurunan, tapi dengan turunnya harga BBM dan semen ini akan membuat besaran kenaikan harga properti tahun ini akan lebih kecil.

“Harga properti tidak turun, namun mungkin naiknya tidak terlalu tinggi lagi,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy menyatakan, penurunan harga BBM dan material tidak secara otomatis menurunkan harga properti. Namun diakuinya, pengembang bakal melakukan penyesuaian, namun tak serta-merta menurunkan harga karena banyaknya komponen yang harus dihitung.

“Pasti nanti ada penyesuaian. Tapi belum bisa diperkirakan seketika. Setiap ada kebijakan naik turunnya harga tidak bisa berdampak drastis pada properti. Karena properti sifatnya tidak langsung, beda dengan bahan pokok seperti cabai, yang mungkin cepat naik turunnya,” kata dia.

Eddy mengungkapkan butuh waktu beberapa bulan untuk menentukan penyesuaian untuk harga rumah. Sebenarnya, kata Eddy, penurunan harga BBM tidak berdampak langsung pada harga rumah. Yang lebih berpengaruh justru adalah penurunan harga material.

“Kita enggak pengaruh langsung ke minyak. Kita tergantung kepada harga material. Kalau harga material mungkin akan ada penyesuaian,” tandas dia.

 

Ali Tranghandabbmharga propertiIndonesia Property Watchpengamat propertipropertiReal Estat Indonesiarei
Comments (0)
Add Comment