Sepanjang 2014, Tingkat Okupansi Hotel di Jakarta Turun 3 Persen

dok: Asiarooms

Jakartakita.com – Sepanjang tahun 2014, tingkat okupansi hotel di Jakarta turun sebesar tiga persen di banding tahun 2013. Tingkat hunian hotel kelas menengah menjadi 66 persen dan hotel kelas atas menjadi 63 persen.

Walaupun tingkat hunian turun, ternyata pendapatan hotel di Jakarta malah naik sekitar 16 persen.Pendapatan tersebut di dasarkan pada performa tarif rata-rata harian (average daily rate atau ADR), pendapatan per kamar tersedia (revenue per available room atau RevPAR), dan tingkat okupansi sepanjang 2014.

Pada tahun 2014, ADR hotel kelas menengah meningkat 16 persen menjadi 84 dollar AS atau sekitar Rp 1,047 juta dan RevPAR meningkat 10 persen menjadi 55 dollar AS atau sekitar Rp 686.125. Sedangkan pada hotel kelas atas, ADR meningkat 11 persen lebih tinggi yakni 180 dollar AS atau sekitar Rp 2,2 juta, dengan RevPAR mencapai pertumbuhan 5 persen menjadi 113 dollar AS atau sekitar Rp 1,4 juta.

Menurut National Director Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto, pemilik hotel di Jakarta berusaha keras mengejar pertumbuhan RevPAR dengan menaikkan ADR. Pasalnya, bertambahnya pasokan kamar baru pada tahun 2014 dan 2015 mendorong tingkat okupansi sedikit lebih rendah.

available roomHotel
Comments (0)
Add Comment