Peringatan Hari Krida Ke-48 Di Era ‘New Normal’ Diharapkan Jadi Momentum Bergesernya Pola Pertanian Dari Tradisional Menjadi Modern

Jakartakita.com – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) memperingati Hari Krida ke-48 dengan melibatkan seluruh jajaran keluarga besar Kementerian Pertanian (Kementan) mulai dari dari Sabang hingga Merauke melalui upacara secara virtual.

“Kita harus berterimakasih kepada petani yang tanpa lelah bekerja untuk ketersediaan pangan, menjaga makan kita, seluruh rakyat Indonesia untuk tetap cukup,” kata Mentan SYL di Ruang AWR Kampus Kementan, Jakarta, Selasa (23/06/20).

Mentan SYL juga mengajak para petani dan masyarakat untuk membangun optimisme sektor pertanian yang menjadi hal penting untuk masyarakat, agar pangan tidak berhenti berproduksi dalam tantangan dan situasi apapun.

“Pangan menjadi prioritas bagi Negara, karena 267 juta lebih rakyat masih terus butuh makan. Sektor lain memang penting, namun pangan paling utama. Jika tidak pangan tidak tercukupi, maka apapun tidak bisa dilakukan, apalagi di masa pandemik ini,” ucapnya.

Dijelaskan, pandemik Covid-19 yang telah melanda dunia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tapi juga sosial ekonomi.

Dimensi sosial ekonomi masyarakat turut bersinggungan dengan ketahanan pangan. Untuk itu, peningkatan produksi merupakan suatu kewajiban dalam menghadapi tatanan kehidupan baru (new normal).

Ditambahkan, Negara juga hadir meningkatkan produksi nasional berbasis produksi rakyat dan keberpihakan program ke petani harus diperkuat.

Guna menghadapi masa pandemic Covid-19, Kementan telah mengalokasikan bantuan benih, bibit, program padat karya, sanitasi stok, harga pangan serta distribusi dan transportasi pangan yang dibutuhkan.

Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan bantuan untuk petani, baik kredit usaha rakyat (KUR) maupun asuransi pertanian dan lain-lainnya.

Lebih lanjut diungkapkan, produktivitas sejumlah komoditas strategis tidak menunjukkan perlambatan. Stok beras aman, antisipasi kemarau panjang juga dilakukan dengan mendorong percepatan tanam pada musim II seluas 5,6 juta di 33 provinsi.

“Saya ingin semangat ini menjadi momentum bergesernya pola pertanian tradisional menjadi pola pertanian modern, dimana inovasi teknologi akan menjadi panglima-nya. Pertanian tidak boleh lagi dilakukan dengan cara-cara lama dan berpola tradisional saja, namun harus berubah menjadi lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern,” tutur Mentan SYL.

Selain itu, lanjut dia, teknologi dan inovasi harus makin digiatkan untuk meningkatkan produktivitas dan pelibatan generasi muda, star up, online system, efesiensi tenaga kerja dan perluasan pasar bagi industri serta bertumbuhnya ekspor yang lebih baik.

“Masalah pertanian bukan masalah proyek dan anggaran, tapi itu adalah masalah ibadah dan kemanusiaan, masalah mempertahankan Negara dan bangsa, dan saya berharap di peringatan Hari Krida ini semangat itu akan muncul pada jajaran  Kementerian Pertanian,” tandas Mentan SYL. (Edi Triyono)

Hari Krida ke-48Menteri Pertanian (Mentan)momentumnew normalpanganpola pertanian modernpola pertanian tradisionalSyahrul Yasin Limpo (SYL)
Comments (0)
Add Comment