Regenerasi Petani Muda Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, bahwa di tahun ini ada sekitar 33,4 juta petani yang bergerak di semua komoditas sektor pertanian.

Meski demikian, angka tersebut jumlahnya jauh lebih kecil jika dibandingkan jumlah petani pada tahun sebelumnya yang mencapai 34,58 juta.

Padahal, kata Mentan, selama pandemi Covid-19, sektor pertanian selalu menjadi andalan dan tulang punggung ekonomi bangsa.

Oleh karena itu, regenerasi petani untuk menghadirkan petani baru yang berusia muda penting dilakukan sebagai bentuk antisipasi.

“Pertanian sangat terbuka untuk semua usia. Semakin muda semakin kuat, semakin enerjik, semakin kritis, makin apik kerjanya. Pertanian dengan semangat baru harus diluncurkan. Seperti membangun prilaku baru dan behaviour anak muda untuk mendapatkan pendapatan yang jauh lebih baik dari bidang pertanian,” kata Mentan seperti dilansir dalam siaran pers, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10).

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menilai, peranan pemuda sangatlah penting, terutama dalam pembangunan pertanian ke depan.

Menurut Dedi, pemuda adalah generasi masa kini yang wajib meneruskan perjuangan para petani Indonesia.

“Kami harapkan, peran petani milenial ini bukan hanya menjadi duta, tetapi juga menginspirasi generasi lainnya untuk terjun ke sektor pertanian. Kita harus mengajak anak muda terjun ke pertanian dengan semangat inovasi yang mereka miliki. Negara besar seperti Amerika dan China saja bisa maju pertaniannya karena SDM-nya bangkit,” terangnya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menambahkan, regenerasi petani merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Oleh karena itu, Kuntoro beharap, para pemuda mampu menjadi inspirasi bagi seluruh anak muda di Indonesia.

“Kita semua bisa menjadi pahlawan pangan. Dan saya kira dengan menjadi petani milenial kita bisa membantu ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Menurut Kuntoro, perubahan besar selalu diinisiasi oleh semangat anak muda. Karena itu, anak muda memiliki pola yang energi serta ide-ide baru untuk memecahkan permasalahan termasuk dalam dunia pertanian.

“Tonggak perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari apa yang sudah dilakukan para pemuda yang kita kenal dengan Sumpah Pemuda. Dari titik itulah kemudian perubahan-perubahan dimulai,” katanya.

Di sisi lain, kata Kuntoro, Kementan memiliki tanggung jawab besar dan perhatian khusus terhadap perkembangan generasi muda Indonesia. Salah satunya dengan menghadirkan teknologi dan mekanisasi pertanian yang selanjutnya dioprasikan oleh anak muda.

“Bagaimanapun, masa depan bangsa termasuk wajah pertanian Indonesia ke depan ada di tangan pemuda kita. Oleh karena itu, Kementan terus berupaya melahirkan petani muda yang cakap dalam budidaya dan mumpuni dalam penguasaan teknologi,” tutupnya. (Edi Triyono)

Hari Sumpah PemudaKetahanan Pangan NasionalMenteri Pertanian (Mentan)petani mudaregenerasi petani
Comments (0)
Add Comment