WVI Pastikan Kecukupan Gizi, Air Bersih, dan Akses Dukungan Psikososial Dalam Masa Tanggap Bencana di Tapanuli Tengah

Jakartakita.com – Tim respons bencana Wahana Visi Indonesia (WVI) telah berada di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Selama hampir tiga pekan WVI mendampingi anak-anak dan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor pada akhir November 2025.

Foto: Wahana Visi Indonesia

WVI sudah menjangkau sekitar 5.000 penerima manfaat melalui berbagai upaya, mulai dari penyaluran 24.000 liter air bersih dan pemasangan 130 meter pipa untuk memenuhi kebutuhan dasar, hingga pembukaan dapur PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak)/Balita yang telah mendistribusikan 2.208 paket makanan bergizi hingga hari ini. Melihat dampak yang ada di lapangan, WVI memperpanjang durasi tanggap bencana hingga Juni 2026 dan juga akan bergerak ke Aceh.

“Setelah hampir tiga minggu respons tanggap bencana kami lakukan, kami melihat langsung bagaimana bencana ini melumpuhkan kehidupan anak dan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah. WVI sebagai organisasi kemanusiaan yang berkomitmen pada anak-anak akan senantiasa mendampingi Tapanuli Tengah hingga Juni 2026,” terang Technical Sectors Director WVI, Yacobus Runtuwene dilansir dari keterangan resminya, 31 Desember 2025.

“Saat ini, mayoritas masyarakat masih berada di tempat pengungsian yang jauh dari kata layak. Akses transportasi dan logistik juga masih cukup menantang yang mempersulit masyarakat untuk kembali menjalani aktivitas seperti semula, juga bantuan yang ditujukan untuk mereka,” sambungnya.

Foto: Wahana Visi Indonesia

WVI merupakan organisasi kemanusiaan Kristen yang hadir melayani dan berkolaborasi dalam pemberdayaan anak, keluarga, dan masyarakat yang paling rentan melalui pendekatan pengembangan masyarakat, advokasi, dan tanggap bencana untuk membawa perubahan yang berkesinambungan tanpa membedakan agama, ras, suku, dan gender.

Selama lebih dari 25 tahun, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Jutaan anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI.  

Komitmen WVI kepada anak-anak juga ditunjukkan dengan mengaktifkan Ruang Ramah Anak untuk memberikan dukungan psikososial kepada 1.404 anak di masa tanggap bencana, serta membagikan paket non-pangan.

WVI membantu anak-anak pulih dari trauma melalui aktivitas bermain, belajar, dan pendampingan agar semangat mereka tetap terjaga pasca bencana. Sekitar 687 balita telah menerima program kesehatan untuk mengurangi risiko kurang gizi. Selain itu, WVI juga turut mendampingi para ibu untuk dapat terus memberi Air Susu Ibu (ASI) melalui konseling PMBA dan pendampingan.

Foto: Wahana Visi Indonesia

Seorang bayi lahir dengan kesulitan menyusu di salah satu posko pengungsian. Staf spesialis kesehatan WVI yang sedang berada di lokasi dengan alat bantu yang tepat, mengarahkan ibu dan ayah memerah ASI dan kemudian memberi ASIP (Air Susu Ibu Perah) dengan menggunakan sendok kepada bayi yang baru lahir.

“Saya tidak pernah terpikir sebelumnya kalau bisa perah dan kasih ASI pakai sendok. Berarti bayi saya tidak perlu susu (formula),” ujar sang ibu.

“Rumahku kena banjir dan longsor sehingga tidak bisa ditempati lagi. Dua hari, keluargaku menginap di gereja terdekat,” kata Nia, salah satu anak penyintas.

Nia kemudian pindah ke pengungsian dan merasa bersyukur karena banyak teman, banyak bantuan, stok makanan cukup, dan tempatnya bersih. Selain itu, aku bisa ikut kegiatan dari kakak-kakak WVI. Harapanku semoga semuanya baik-baik saja dan Nia bisa kembali ke rumah,” tambahnya. (Henry)

Comments (0)
Add Comment