Jakartakita.com – Di bulan Ramadhan, berbuka puasa jadi momen yang sangat ditunggu. Ada yang memilih berbuka di rumah, di restoran atau di tempat kerja. Bagi aktris sekaligus produser film Dian Sastrowardoyo, di tahun ini ia lebih memilih berbuka puasa bersama keluarga di rumah dibandingkan menghadiri acara-acara buka puasa bersama di luar rumah.
“Tahun ini dibanding tahun lalu kayaknya lebih banyak buka puasa di rumah sama keluarga, tapi kita tetap bahagia sih karena yang sederhana itu maknanya lebih besar,” ungkap Dian dalam sebuah acara Ramadan di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia mengatakan bahwa pilihan untuk lebih banyak berbuka puasa bersama keluarga di rumah berdampak signifikan pada pengeluarannya.
“Beda banget gitu spending-nya kalau kita lebih banyak bukber-bukber terus di luar. Selain bisa lebih dekat sama keluarga, aku jadi bisa menyisihkan lebih banyak dana buat membantu keponakan dan saudara jauh,” lanjut ibu dua anak ini.
Dian menegaskan perlunya kebijakan dalam mengelola keuangan keluarga dalam kondisi ekonomi seperti sekarang. “Tentunya kita sebagai pemberi tunjangan hari raya juga berasa juga gitu karena ya semua kena impact-nya,” terangnya.
Sebagai orang yang tumbuh dan tinggal di Jakarta, Dian pun tidak perlu melakukan perjalanan mudik menjelang Lebaran. Meskipun begitu, dia tetap berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat untuk bersilaturahmi.
“Biasanya kita kumpul sama keluarga di Jakarta. Kita biasanya kumpul di rumah Eyang dan rumah Tante aku,” ujarnya.
Walaupun tidak mudik, Dian Sastrowardoyo ikut mendukung peluncuran program mobilisasi angkutan mudik bagi pemilik warung melalui aksi Dimudikin dan Kidum yang diprakarsai oleh Sprite. Menurut Dian, kedua program tersebut dihadirkan untuk memfasilitasi mudik gratis kepada para pemilik warung bertemu dengan keluarga mereka pada momen Lebaran.
“Warung itu punya tempat spesial di hati semua orang, termasuk saya. Saya paham banget kalau para pemilik warung juga pingin kumpul bareng keluarga mereka pas Lebaran,” tuturnya.
Program Dimudikin memberikan fasilitas perjalanan bagi sekitar 300 pemilik warung menuju rute Jawa Utara, Jawa Selatan, hingga Sumatera.
Peserta yang suda mendaftar secara daring serta dikoordinasi melalui aplikasi perpesanan dan dijadwalkan berangkat pada 16 Maret 2026 dari Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Ada tiga rute utama program ini yaitu Jalur Pantura sampai Surabaya, lalu Jalur Selatan sampai Malang, dan juga ke Sumatera, ke Lampung. Sedangkan Kidum (kebalikan kata mudik) diprogram untuk mendatangkan rombongan 10 keluarga terpilih dari pemilik warung asal Sumatera dan Lampung menuju Jakarta.
Rombongan tersebut dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Bakauheni pada 17 dan 25 Maret 2026 dengan menggunakan feri dan bus. (Henry)