Jakartakita.com – Halal Fair 2026 kembali digelar di Hall A dan Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, pada 20–21 Juni 2026. Memasuki penyelenggaraan edisi ke-10, pameran berskala nasional ini menghadirkan lebih dari 200 brand dari berbagai sektor, mulai dari fesyen syariah, kecantikan, kuliner halal, perjalanan umrah dan haji, hingga layanan keuangan syariah.
Mengusung konsep ekosistem halal yang terintegrasi, Halal Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan, tetapi juga wadah edukasi serta kolaborasi antara pelaku industri halal, komunitas, regulator, dan masyarakat. Sejumlah program unggulan turut memeriahkan acara, di antaranya RIHLA Series yang menghadirkan kajian bersama para tokoh agama, RIHLA Kids untuk aktivitas edukatif anak-anak, Umroh & Hajj Travel Fair, serta Halal Culinary Festival.
Berbagai tenant menawarkan promo dan diskon khusus selama pameran berlangsung. Kehadiran ratusan brand dari berbagai kategori membuat pengunjung dapat menemukan beragam kebutuhan halal dalam satu lokasi.
Bank Syariah Indonesia (BSI) turut berpartisipasi melalui booth yang menyediakan layanan informasi dan edukasi mengenai produk keuangan syariah. Pengunjung dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai layanan perbankan syariah, mengenal platform digital BYOND by BSI, serta memperoleh informasi mengenai solusi keuangan berbasis syariah.
Komitmen terhadap pengembangan ekosistem halal juga disampaikan Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, saat menjadi pembicara dalam sesi Business Talks pada Financial Festival 2026 di Yogyakarta. Menurutnya, perbankan syariah saat ini tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan transaksional, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi halal nasional.
“BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan transaksional. Lebih dari itu, perbankan syariah kini ikut menentukan arah dan menjadi penggerak utama pertumbuhan arus baru ekonomi nasional,” ujar Anggoro.
Salah satu peserta yang menarik perhatian dalam pameran ini adalah NUNthelabel, brand fashion muslim yang baru diluncurkan dan untuk pertama kalinya mengikuti ajang pameran. Founder NUNthelabel, Shafika Mauldina, mengungkapkan bahwa respons pengunjung terhadap produknya sangat positif.
“Respons pengunjung sangat positif. Banyak yang antusias dan penasaran karena brand kami masih tergolong baru dan baru launching. Mereka tidak hanya melihat-lihat, tetapi juga aktif bertanya mengenai kualitas, keunggulan, hingga variasi produk yang tersedia,” kata Shafika (21/6/2026) .
Menurutnya, Halal Fair menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan brand kepada pasar yang lebih luas. Selain dikenal sebagai salah satu pameran halal terbesar di Indonesia, profil pengunjung yang hadir dinilai sesuai dengan target pasar fashion muslim yang dibidik oleh NUNthelabel.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Herlin Arikuntantina, mengaku mengetahui informasi mengenai Halal Fair 2026 melalui media sosial. Ia datang untuk melihat berbagai produk yang ditawarkan, khususnya busana muslim dan syar’i.
Herlin menilai acara seperti Halal Fair memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mencari produk halal, terutama pakaian syar’i yang kini semakin beragam pilihannya.
“Acara seperti ini memudahkan masyarakat mendapatkan baju syar’i karena banyak pilihan tersedia dalam satu tempat,” ujarnya.
Melalui kombinasi pameran produk, edukasi, kajian Islami, festival kuliner, dan aktivitas interaktif, Halal Fair 2026 diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap gaya hidup halal sekaligus mendorong pertumbuhan industri halal nasional yang terus berkembang. Penyelenggara menargetkan puluhan ribu pengunjung menghadiri acara yang berlangsung selama dua hari tersebut. (Risma)