Pendidikan Berbasis Keterampilan dan Global Exposure Dinilai Jadi Kunci Hadapi Disrupsi AI

Jakartakita.com – Transformasi digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong dunia pendidikan untuk mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan masa depan. Alta Global School (AGS) menilai pendidikan berbasis future skills dan global exposure menjadi bekal penting agar siswa mampu bersaing di era AI.


Mengacu pada laporan World Economic Forum (WEF) Future of Jobs Report 2025, AI diperkirakan akan mengubah 86 persen bisnis dunia, menciptakan sekitar 170 juta pekerjaan baru sekaligus menggantikan 92 juta pekerjaan lama. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan tangguh menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.
Founder AGS sekaligus CEO Schoters, Radyum Ikono, mengatakan pendidikan tidak lagi cukup berfokus pada akademik semata, tetapi juga harus membentuk karakter, kemampuan memecahkan masalah, dan wawasan global.


“Global exposure penting untuk membangun kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta pola pikir agar siswa menjadi global citizen yang kompetitif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).


AGS menerapkan kurikulum Cambridge dan Nasional yang dipadukan dengan pengembangan prestasi, proyek internasional, kompetisi, serta persiapan studi ke luar negeri. Memasuki tahun kelima, AGS mencatat 100 persen lulusannya melanjutkan kuliah ke luar negeri, dengan 92 persen di antaranya memperoleh beasiswa.


Salah satu siswanya, Shasa, terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam program Harvard Future Doctors, sementara Arsya, siswa kelas tiga, meraih medali emas dan perak di berbagai olimpiade sains tingkat nasional.


Melalui pendekatan tersebut, AGS berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja global di era kecerdasan buatan. (Risma)

aiAlta Global SchoolArtificial IntelligencebeasiswaCambridgeFuture SkillsGlobal ExposureKuliah Luar NegeriPendidikan IndonesiaPendidikan InternasionalSchotersWorld Economic Forum
Comments (0)
Add Comment