Jakartakita.com – Perusahaan digital trust Indonesia, Privy, menyalurkan dukungan senilai Rp2 miliar kepada Universitas Indonesia (UI) melalui program Dana Abadi Universitas Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kampus UI, Depok, pada Selasa (23/6/2026).
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari komitmen Privy dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri teknologi di Indonesia.
Penandatanganan kerja sama dihadiri jajaran pimpinan Universitas Indonesia dan perwakilan Privy. Dana Abadi UI sendiri merupakan instrumen pendanaan jangka panjang yang digunakan untuk mendukung berbagai program strategis universitas, mulai dari pengembangan akademik, penelitian, inovasi, hingga peningkatan kualitas pendidikan.
Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Privy kepada UI.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Privy atas dukungan yang diberikan kepada Universitas Indonesia. Semoga kontribusi ini dapat memberikan manfaat bagi UI, baik untuk pengembangan pendidikan, riset, maupun program-program strategis universitas ke depan,” ujar Heri.
Menurutnya, keterlibatan sektor swasta memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi, terutama di tengah kebutuhan perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan masyarakat.
Sementara itu, Founder dan Chief Executive Officer Privy, Marshall Pribadi, mengatakan kerja sama tersebut memiliki makna personal bagi dirinya. Sebelum mendirikan Privy, Marshall pernah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi UI dan kemudian melanjutkan studi di Fakultas Hukum UI.
“UI memiliki tempat yang sangat personal dalam perjalanan saya. Karena itu, bisa kembali ke UI dalam kapasitas yang berbeda melalui Privy dan memberikan kontribusi untuk Dana Abadi UI menjadi momen yang sangat berarti,” kata Marshall.
Ia menjelaskan bahwa dukungan terhadap Dana Abadi UI berangkat dari keyakinan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat dipisahkan dari kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh institusi pendidikan.
Menurut Marshall, Universitas Indonesia memiliki peran penting dalam mencetak talenta-talenta unggul yang nantinya akan berkontribusi di berbagai sektor, termasuk industri teknologi digital yang saat ini berkembang pesat.
“Kontribusi senilai Rp2 miliar ini merupakan bentuk dukungan Privy terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia. Kami berharap semakin banyak lulusan UI yang dapat berkontribusi bersama Privy, baik dalam pengembangan teknologi, keamanan digital, maupun layanan digital trust yang dibutuhkan masyarakat dan industri,” ujarnya.
Saat ini Privy telah digunakan oleh lebih dari 71 juta pengguna dan dipercaya oleh lebih dari 200 ribu perusahaan serta institusi di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ritel, hingga perbankan dan teknologi finansial (fintech).
Marshall menegaskan bahwa dukungan kepada UI bukan sekadar bantuan satu kali, melainkan bagian dari upaya membangun kolaborasi jangka panjang antara industri digital dan dunia pendidikan.
“Seiring pertumbuhan Privy, kami berharap dapat terus memberikan dukungan kepada UI pada tahun-tahun mendatang, baik melalui Dana Abadi maupun bentuk kolaborasi lain yang dapat mendorong pendidikan, riset, dan pengembangan talenta digital Indonesia,” katanya.
Melalui kerja sama ini, Privy berharap dapat memperkuat perannya tidak hanya sebagai perusahaan teknologi yang bergerak di bidang identitas dan tanda tangan digital, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dinilai semakin penting di era transformasi digital saat ini. Selain mendukung keberlanjutan pendidikan, sinergi tersebut juga diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi dan talenta-talenta unggul yang siap menjawab kebutuhan industri nasional di masa depan. (Risma)