Jakartakita.com – Teknologi semakin berkembang sehingga mendorong inovasi baru diberbagai sektor. Salah satunya FOMU 3D Print yang telah mengembangkan inovasi teknologi 3D print dengan pembuatan masker dari material PLA Eco Friendly pada masa pandemi COVID-19. Masker yang dikembangkan merupakan masker model tiga dimensi, dengan menggunakan bahan plastic PLA yang aman dikulit.
“Dengan tidak menghilangkan fungsi utamanya kami menciptakan model yang sangat menarik hingga fashionable serta sangat nyaman digunakan” ujar Hakim Iskandar selaku Direktur FOMU 3D Print.
Bebeda dari konveksi biasanya, masker ini dibuat dengan desain khusus yang menarik hingga fashionable dengan mengutamakan kenyamanan pemakainya. Teknologi 3D printing membuat proses produksi yang lebih efisien dan fleksibel. Setiap masker dapat diproduksi sesuai custom kebutuhan. Hal ini juga membuka peluang untuk pengembangan desain yang lebih variatif dan fleksibel sesuai kebutuhan pengguna.
Ide masker 3D berawal dari munculnya pandemi COVID-19 yang mengkhawatirkan. Pada masa itu harga masker sekali pakai melambung tinggi. Kita diwajibkan menggunakan masker terus menerus yang mengakibatkan biaya kebutuhan masker semakin meningkat. Inovasi masker 3D berperan sama dengan masker lainnya, namun dapat membuat pengeluaran masker lebih rendah. Masker 3D dilengkapi dengan filter dan foam untuk melindungi dari virus dan bakteri, sehingga yang perlu diganti terus menerus hanya filternya saja, bukan maskernya. Keunggulan masker 3D dapat mudah dibersihkan dan digunakan jangka lama dan berulang kali karena berbeda dari bahan masker pada umumnya.
“Plastik yang kami gunakan itu plastic PLA yang termasuk eco friendly jadi aman untuk kontak langsung dengan fisik atau kulit. Dan bisa melindungi dari bakteri juga, terbilang lebih tinggi daripada masker pada umumnya dari perlindungan bakteri” ujar Hakim Iskandar selaku Direktur FOMU 3D Print.
Proses pembuatan masker 3D berawal dari desain yang diinginkan dan disesuaikan dengan permintaan, proses produksi, pemasangan filter hingga penambahan busa yang lembut. Proses produksi sampai hasil barang jadi membutuhkan waktu selama 14 jam.
Masker 3D terbilang lebih aman karena jalur udara hanya melalui jalur udara filter dengan filtrasi yang tinggi. Foam karet yang aman untuk permukaan kulit dan dapat dicuci dan langsung kering tanpa menunggu lama.
Direktur FOMU 3D Print mengucapkan bahwa masker 3D ini dilirik oleh beberapa saluran televisi sejak masa pendemi COVID-19 sebagai inovasi masker yang memenuhi penampilan dengan banyaknya permintaan kebutuhan dan solusi ditengah pendemi untuk melindungi diri dari virus dan bakteri.
Uniknya masker 3D tidak hanya 1 model saja, namun bisa dibuat yang disesuaikan dengan desain yang diinginkan dan custom sesuai bentuk wajah pengguna sehingga tetap nyaman dipakai. Beberapa masker 3D berbentuk karakter, antara lain: Sub Zero Mortal Kombat, Bane Batman, Starwars Darth Vader, Gundam, Optimus Prime, dan lain-lain. Tidak hanya menang dalam karakternya saja, namun kenyamanan saat menggunakan maskter tersebut juga diutamakan oleh FOMU 3D print.
Tidak cukup berinovasi dengan masker 3D saja, FOMU 3D print juga menyediakan berbagai macam kebutuhan dari alat medis pada masa COVID-19, yakni faceshield, ear saver, corona finger, hands-free door opener, mask brachet, dan lain-lain. Semua itu dibuat dengan sentuhan teknologi 3D print.
Selain inovasi masker 3D, FOMU 3D Print juga melayani jasa 3D printing Jakarta untuk kebutuhan prototipe, produk custom, hingga produksi massal.