Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Bukan Imlek Namanya, Kalau Tidak Hujan

51
dok: istimewa
dok: istimewa

Jakartakita.com – Musim hujan di bulan Februari ini memang cukup dahsyat. Sedemikian dahsyatnya hingga sempat melumpuhkan beberapa wilayah di Jakarta akibat banjir. Tak sedikit warga yang mengungsi karena rumahnya terendam banjir.

Percaya atau tidak, setiap menjelang Tahun Baru Imlek. Jakarta dan sekitarnya memang hampir selalu diguyur hujan setiap harinya. Ternyata ada makna di balik guyuran hujan menjelang Imlek.

Bagi orang Tionghoa, mereka percaya hujan itu pembawa rejeki. Karena dengan turun hujan, tanah menjadi subur dan tidak kekeringan air. Ada juga yang percaya turunnya hujan menjelang Imlek merupakan pertanda Dewa Hujan turun ke bumi untuk memberikan berkah.

Bagi masyarakat Tionghoa, kemudahan dalam mendapatkan rejeki selama setahun kedepan bisa dilihat dari hujan tidaknya malam pergantian tahun baru Imlek nanti. Jika hujan, berarti pertanda kemakmuran. Sebaliknya, jika rumah mereka sepanjang malam Imlek tak tersentuh air hujan berarti rejeki selama setahun kedepan akan sulit mereka raih.

Mitos ini sebenarnya ada kaitannya dengan nenek moyang Tionghoa yang hidup dari bercocok tanam. Saat itu sebelum imlek musim salju, jadi sulit mencari rejeki, imlek itu berarti musim semi dan hujan tiba tanda kemakmuran.

Ditambah lagi, penanggalan Tionghoa  berpatokan pada bulan (lunar) serta disempurnakan dengan penanggalan matahari (solar). Dengan patokan bulan dan matahari inilah, maka tahun baru imlek tiap tahunya tak banyak bergeser dari penanggalan tahun masehi. Sehingga tahun baru Imlek pasti akan jatuh pada sekitar pertengahan Januari hingga pertengahan Februari yang memang jatuh pada musim hujan.

Menurut tradisi, selain melihat hujan, masyarakat Tionghoa juga akan menggelar ritual sembahyang bagi Thian atau tuhan yang maha agung. Sembahyang minta berkah ini akan digelar tepat pukul 24.00 malam tahun baru Imlek dengan menghadap ke langit.

Sementara untuk tradisi mengucapkan selama Imlek, mereka memberikan kesempatan kepada sanak saudara mereka untuk mengucapkannya hingga 15 hari kedepan. Tepat tanggal 15 penanggalan mereka inilah sebagai Cap Go Meh.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: