Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Peran Jakarta Fair Mengangkat Industri UMKM

55
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2016, yang merupakan event pameran multiproduk terbesar se-Asia Tenggara, tahun ini diikuti oleh sebanyak 2000 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan multinasional, BUMN, hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk UMKM sendiri, tahun ini mendapatkan porsi lebih banyak yaitu sekitar 45 persen. Adanya peningkatan ini merupakan bentuk dukungan Jakarta Fair agar UMKM dapat bersaing dengan berbagai usaha lainnya.

Hal ini pun mendapat tanggapan yang positif dari para peserta yang berasal dari UMKM. Seperti yang disampaikan oleh Rosi, salah satu pengisi stand UMKM di area Hall C3. Rosi dan suaminya membuka usaha yang dikenal dengan Rosi Art atau juga biasa disebut sanggar Kaleng. Rosi art sendiri menjajakan berbagai produk yang berkaitan dengan seni yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang seperti limbah koran bekas dan kaleng bekas. Limbah-limbah tersebut pun disulap menjadi karya seni, salah satunya lukisan.

Rosi sebagai pemiliki usaha Rosi Art mengaku mendapatkan dampak yang luar biasa melalui keikutsertannya untuk berpameran di Jakarta Fair. Menurutnya, Jakarta Fair bisa membantu para pegiat yang bergerak di UMKM untuk dapat meningkatkan penjualan.

“Dampaknya sangat luar biasa kepada kami. Pengunjungnya sangat antusias, jadi kami bisa sekaligus mengenalkan produk kami juga dengan para pengunjung. Dari yang tidak tahu menjadi tahu,” tutur Rosi.

Hal senada juga disampaikan oleh Tuti Nurhayati, pemilik usaha Jovi Toys yang menjual berbagai macam bentuk boneka dengan berbagai ukuran. Menurutnya, melalui keikutsertaan usahanya di Jakarta Fair dapat membantu pemasaran usahanya.        “Antusias pengunjung yang datang bagus sekali untuk usaha kami. Dari tahun ke tahun penyelenggaran Jakarta Fair nampaknya semakin sukses sehingga berdampak juga kepada kami,” ujar Tuti.

Diakuinya, sejauh ini pengunjung yang datang dan mampir ke stand Jovi Toys justru lebih bagus dari tahun lalu. Tahun ini bukanlah keikutsertaan Tuti dan usahanya yang pertama, karena pada tahun lalu dirinya pun juga ikut mengisi stand di Jakarta Fair.

“Awalnya saya pikir pengunjung tahun ini justru akan menurun, tetapi ternyata jauh dari bayangan kami. Pengunjung yang datang malah semakin banyak dan antusiasnya bagus sekali,” tambahnya.

Selain kedua stan tersebut, para pengunjung juga masih bisa menemui banyak stand lainnya yang berasal dari UMKM dengan produk yang tak kalah bersaing di area Hall B3 dan C3. Seperti berbagai kelom maupun sandal yang menggunakan bahan dasar kayu yang diperkenalkan oleh Minimax Gallery. Sandal-sandal ini dibuat dari kayu mahoni yang merupakan hasil karya anak-anak bangsa khususnya perajin dari Tasikmalaya.

Selain itu, tak ketinggalan pengunjung juga bisa menemukan berbagai jaket yang terbuat dari kulit yang diproduksi langsung dari para pengrajin di daerah Garut, Jawa Barat. Adapun aneka produk kulit yang menggunakan bahan dasar dari kulit domba maupun sapi ini bernama PD. Reny. Tak hanya jaket, disini para pengunjung juga bisa menemukan berbagai produk lainnya seperti dompet, tas hingga sepatu yang juga berbahan dasar dari kulit.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: