Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Akibat ‘Konflik’ Soal APBD DKI 2015, Rehab 31 Sekolah di Jaksel Molor

256
sekolah rusak
foto : istimewa

Jakartakita.com – Togu Siagian, Kepala Kantor Unit Pelayanan Barang dan Jasa (ULP) Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2015)  menyatakan, perbaikan/rehab sebanyak 31 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Jakarta Selatan, masih menunggu pencairan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI.

Akibatnya, rencana perbaikan/rehab sekolah, menjadi molor.

“Perencanaan sudah lengkap untuk dilelangkan cukup satu bulan tapi mundur, masih menunggu penetapan anggaran, jadi prosesnya harus diulang lagi,” kata Togu.

Menurutnya, pada tahun anggaran lalu Pemkot Jakarta Selatan sudah mengajukan anggaran perbaikan sebesar Rp 3 miliar. Namun, hanya Rp 1 miliar yang disetujui sehingga renovasi dilakukan bertahap.

“Padahal kalau 3 miliar maka renovasi akan sempurna sesuai kebutuhan sekolah,” ujar Togu.

Menurut Togu, jika APBD bisa disahkan tepat waktu, pengerjaan pembangunan sekolah bisa terus berlanjut. “Kita tunggu saja sampai ditetapkan maka pelaksanaan segera dilanjutkan,” tandasnya.

Sayangnya, hingga saat ini APBD DKI 2015 yang diajukan Pemprov DKI Jakarta, belum disepakati oleh DPRD DKI. Malahan, konflik menjadi semakin memanas antara Gubernur DKI dan DPRD DKI, antara lain dengan adanya pengajuan Hak Angket oleh DPRD DKI.


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: