Take a fresh look at your lifestyle.

Tarif Listrik Naik, Daya Beli Masyarakat Terpengaruh

0 855
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta mengatakan, naiknya tarif listrik industri dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan Pemerintah per April 2015 kemarin, akan membuat harga barang berubah sedikit demi sedikit. Dengan begitu akan mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Kalau langsung di-compare, enggak begitu pengaruh tapi barang ini jangka panjang, kalau naik sedikit-sedikit jadi kumulatif,” ungkapnya, baru-baru ini, di Jakarta.

Related Posts
1 daripada 5,744

Menurutnya, pemerintah harus melihat aspek yang dihadapi industri secara keseluruhan. Kendati demikian, pihaknya mengakui bahwa dengan naiknya tarif listrik tersebut, tidak serta merta langsung mendongkrak harga barang. Lantaran, dalam menaikkan harga barang ada beberapa aspek yang diperhatikan pengusaha.

“Tidak bisa langsung naik karena listrik naik, tapi harus lihat beban seluruhnya, listrik sekian, BBM sekian,” tukasnya.

Seperti diketahui, per April 2015, PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) menetapkan tarif pelanggan listrik nonsubsidi yakni bisnis besar B3 di atas 200.000 VA, industri besar I3 di atas 200.000 kVA dan pemerintah P2 di atas 200 kVA ditetapkan Rp1.135,93 atau naik dibandingkan Maret Rp1.105,47 per KWH.

Sementara untuk pelanggan industri besar I4 berdaya 30 MVA ke atas naik dari Rp965 menjadi Rp991,6 per KWH dan golongan khusus L/TR, TM, dan TT naik dari Rp1.501,46 menjadi Rp1.542,84 per KWH.

 

Tinggalkan komen