Take a fresh look at your lifestyle.

Ahok Akan Gunakan Alat Dari Swiss Untuk Menangani Krisis Air Bersih

0 859
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta, mengatakan hingga kini hanya ada sekitar 57 persen dari warga Jakarta yang sudah bisa menikmati air bersih.

Ia pun berjanji, akan melakukan berbagai upaya agar warganya dapat menikmati air bersih. Salah satunya dengan menggunakan teknologi terbaru yang dianggapnya mampu mengatasi permasalahan ini.

Related Posts
1 daripada 5,126

Ia pun menambahkan, masih ada 47 persen orang di Jakarta yang belum mendapatkan air bersih. Sementara itu, pengolahan air limbah di ibu kota juga masih di bawah 5 persen saja.

Ahok menambahkan, Pemprov DKI sudah melakukan sejumlah langkah untuk mengupayakan pengelolaan air yang baik, di antaranya adalah, dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) yang menutup akses pengambilan air tanah lewat sumur dalam.

“Melalui pelaksanaan kegiatan ini dapat lahir teknologi termutakhir dan terkini dalam pengelolaan air,” lanjut mantan walikota Belitung ini. Teknologi ini juga dianggap mampu mengatasi permasalahan krisis air, karena telah memiliki sistem ‘gasifikasi’, yakni teknologi pengolah sampah menjadi listrik dan air.

“Teknologi termutakhir dari Swiss ini akan dipakai di Waduk Pluit. Kami mau tambah di daerah Marunda dan Kapuk,” ungkapnya.

Tinggalkan komen