Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Tradisi Betawi Jelang Lebaran

0 1,324

Tiket Pesawat Murah Airy

Jakartakita.com – Hari raya Idul Fitri 1436 H  tinggal menghitung hari. Kalau para perantau disibukan dengan tradisi mudik lebaran. Maka bagi warga Betawi yang tidak punya kampung halaman juga punya tradisi sendiri jelang lebaran dan sesudah lebaran.

Ada beberapa tradisi yang sering dilakukan yaitu pembuatan dodol, tuker rantang dan jiarah. Ketiga tradisi itu memiliki proses dan filosofi yang berbeda.

Dahulu, pembuatan dodol Betawi dilakukan secara patungan ketika mendekati hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Keluarga besar Betawi yang dulunya hidup berdekatan, saling melengkapi bahan dasar pembuatan dodol. Begitu bahan tersedia, para pria bertugas membuat dodol Betawi dan mengaduk adonan. Sedangkan para wanitanya menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan. Sambil menunggu dodol matang, ibu-ibu menyiapkan makan berbuka puasa, setelah matang, langsung dibagi secara adil berdasarkan seberapa besar keluarga memberikan `uang` dodol.

Pembuatan dodol yang sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama dapat selesai oleh semangat gotong royong para pembuatnya. Maka tak heran masyarakat Betawi begitu menganggap pembuatan dodol Betawi merupakan kerja tim dan bertujuan mempererat tali persaudaraan.

Artikel Terkait
1 daripada 36

Uniknya dodol hanya boleh dibuat oleh orang-orang tertentu. Wanita yang sedang menstruasi dilarang keras membuat dodol. Konon, dodol yang dihasilkan rasanya akan aneh.

Namun sayangnya kini kegiatan buat dodol rame-rame warga sekampung sudah sangat langka. Orang-orang lebih suka membelinya saja dari penjual dodol Betawi.

foto: istimewa
foto: istimewa

Tidak hanya dodol Betawi saja, tuker rantang di malam takbiran menjadi tradisi yang sering dilakukan sampai saat ini. Rantang yang dibawa berisikan makanan seperti semur daging, kupat nasi maupun kupat berisi ketan, dan sayur sambel godok yang akan diberikan kepada orang yang dituakan di dalam keluarga atau kepada tetangga. Nantinya rantang tersebut akan dikembalikan dengan hasil masakan mereka.

Pada jaman dahulu masyarakat betawi juga mempunyai tradisi syawalan yang artinya puasa sunnah di bulan syawal dan mempunyai lebaran syawal sendiri. Lebaran syawal lebih ramai dari pada lebaran yang lain karena tradisi yang dilakukan ini untuk selalu tetap bersyukur kepada Allah apapun yang terjadi.

Wahh…. seru ya…

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Open chat
1
Hello can we help you?