Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Ciptakan Peluang Anda Dengan Mulai Berternak Ayam Kampung

0 5,382

Tiket Pesawat Murah Airy

foto - istimewa
foto – istimewa

Jakartakita.com – Hidup diperkotaan memang membuat stress dan penat. Apalagi pada era sekarang ini, dimana lonjakan tingkat penduduk yang meningkat membuat kota jadi sesak dan kesempatan pun semakin kecil. Belum ditambah lagi stress mikirin kasus bom Sarinah, atau kasus Freeport.

Berikut ada info menarik mengenai cara beternak ayam kampung. Semoga ini bermanfaat buat orang – orang yang sedang kebingungan mencari peluang usaha.

Ayam kampung yang dikenal dengan ayam hutan yang telah dijinakan merupakan unggas yang diminati orang banyak. Tidak ada orang yang berhenti makan ayam. Kini, meskipun banyak dijumpai hasil silangan ayam kampung untuk meningkatkan produktivitasnya. Ayam kampung asli tetap mempunyai daya tahan yang cukup kuat terhadap penyakit. Namun pada praktiknya, dalam membudidayakan ayam kampung ini susah – susah gampang.

Bibit ayam kampung bisa Anda dapat dengan cara membeli dalam bentuk telur, Day Old Chicken (DOC), atau indukan. Bila membeli dalam bentuk telur, pastikan mengetahui asal-usul telur tersebut. Bila memilih bibit dari DOC, kenali ciri-ciri yang baik antara lain tidak cacat, berdiri tegap, mata bersinar, pusar terserap sempurna, dan bulu bersih.

Permasalahan yang akan dijumpai pada saat beternak ayam kampung adalah produktivitas bertelur ayam kampung sangat rendah, sekitar 115 butir per tahun. Pertumbuhannya juga lambat, hingga umur 2 bulan ukuran ayam masih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Baru pada umur 8-12 bulan ayam kampung sudah siap untuk ukuran konsumsi.

Ada anggapan keliru mengenai ayam kampung, yaitu ayam betina hanya bisa bertelur apabila dikawini oleh pejantan. Pendapat itu keliru, karena ayam kampung seperti juga ayam ras petelur dan unggas lainnya bisa bertelur meski tidak dikawini. Namun, ayam kampung juga bisa produktif dengan cara pemeliharaan yang baik dan pemberian pakan yang tepat.

Hal yang pantang dilakukan dalam beternak ayam kampung asli, yakni jangan mengurung ayam 24 jam dan jangan hanya memberikan pakan pabrikan saja. Berikan juga makanan organik seperti daun pepaya. Ayam kampung asli yang dikurung 24 jam artinya harus diberikan pakan buatan secara terus menerus. Alhasil, karena pertumbuhannya lambat, biaya pakan yang dikeluarkan pun menjadi besar dan tidak akan menutupi ongkos produksi.

Biarkan pekarangan di dalam pagar beralaskan tanah ditumbuhi rerumputan. Lingkungan seperti itu akan memberikan pakan alami bagi ayam. Hijauan akan tumbuh sebagai pakan tambahan dan cacing tanah juga bisa memenuhi kebutuhan protein ayam. Ada kebiasaan ayam memakan kerikil untuk membantu pencernaan di dalam tembolok mereka. Pakan buatan diberikan tidak secara intensif, hanya 2-3 kali saja sehari. Sisanya biarkan ayam mencarinya sendiri.

Tidak banyak pabrikan yang memproduksi pakan untuk ayam kampung, beberapa ada pakan untuk ayam buras jenis lain seperti ayam arab, ayam poncin, ayam kampung unggul. Bila pakan ayam ras diberikan untuk ternak ayam kampung bisa dipastikan biaya produksinya terlalu mahal.

Secara umum, kebutuhan pakan untuk ternak ayam kampung adalah sebagai berikut:

Umur (minggu) Kebutuhan pakan (gram/hari)
1 7
2 19
3 34
4 47
5 58
6 66
7 72
8 (lebih) 74

Untuk menyiasati mahalnya pakan, Anda bisa meramu pakan buatan sendiri. Ayam kampung membutuhkan pakan yang mengandung protein kasar 12% dan energi sebesar 2500 kkal/kg.

Berikut cara membuat pakan untuk ayam kampung:

Pakan untuk ayam umur 0-2 bulan bisa menggunakan pakan ayam broiler. Untuk umur ayam 2-4 bulan bisa diberikan pakan broiler dicampur dengan dedak dan jagung dengan perbandingan 1:3:1. ( Sumber: Bambang Krista dan Bagus Harianto. 2010. Buku Pintar Beternak dan Bisnis Ayam Kampung. Agromedia Pustaka).

Untuk ayam dengan umur di atas 4 bulan, bisa diberikan campuran antara layer dan dedak atau jagung dengan perbandingan 1:2. Berikan pula sayuran hijau sebanyak 20 % dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan sekitar 7-8 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.

Untuk ayam yang masuk periode bertelur, biasanya umur lebih dari 6 bulan, berikan pakan berupa campuran dari layer dan dedak dengan perbandingan 1:1. Dan tambahkan sayuran hijau sebanyak 25% dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan untuk periode ini 85 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.

Bila tidak mau membeli pakan pabrikan, bisa dibuatkan pakan dari sumber alternatif. Berikut bahan-bahan yang bisa dijadikan pakan untuk ternak ayam kampung: talas (umbi dan daunnya), daun pepaya, beras paling murah, dedak, tepung tulang atau cangkang keong.

Sebagai pakan tambahan bisa dicarikan sisa-sisa makanan rumah tangga atau restoran atau sisa pengolahan pangan seperti ampas tahu. Pekarangan yang dibiarkan dan dirawat agar tumbuh hijauan juga membantu menyediakan pakan tambahan bagi ayam kampung.

Perlu diketahui, ayam kampung bisa dikonsumsi setelah umur lebih dari 8 bulan. Bila harga pada saat itu, tidak menarik peternak bisa menunggu hingga umur 12 bulan atau lebih. Ayam bisa diarahkan untuk diambil telurnya saja. Kecuali untuk telur, bila telur yang dihasilkan infertil harus tetap dijual karena akan busuk. Namun bila telurnya fertil atau bisa menetas, peternak bisa menunda menjualnya dan telur bisa terus dierami indukan ayam dan ditetaskan.

Nah setelah tahu dengan info ini, Anda tidak perlu lagi pusing – pusing mencari pekerjaan, ayo ciptakan peluang Anda sendiri dan salam sukses. Selamat mencoba.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Open chat
1
Hello can we help you?