Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Pasca Bom Sarinah, Semua Situs ‘Berbau’ ISIS Diblokir

0 819
situs di blokir
foto: istimewa

Jakartakita.com – Pasca teror bom di Kawasan Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir sejumlah akun media sosial dan situs ‘berbau’ ISIS.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail Cawindu, kepada wartawan, Sabtu, (16/1/2016) mengatakan pemblokiran tersebut dilakukan karena pemilik akun dan situs tersebut diduga  mendukung aksi pengeboman di kawasan Thamrin dua hari lalu.

Ismail mengatakan akun media sosial yang diblokir merupakan akun Facebook, salah satunya milik terduga pelaku teror Bahrun Naim. “Akun dengan nama Muhammad Bahrunnaim Anggih Tantomo sudah dihapus sejak November 2015,” ujar Ismail.

Artikel Terkait
1 daripada 17

Tiga akun Facebook lain yang diblokir atas nama Muhammad Subkhan Khalid, Batalion Inghimasi, dan Mujahidah Sungai.

Selain Facebook, dua akun Twitter pun turut diblokir. Akun tersebut adalah @kdmedia16 dan @globalkdi. Keduanya dinilai sebagai akun yang radikal. Ismail mengatakan, sejak 2015, sudah ada 78 video radikalisme ISIS yang telah diblokir.

Untuk situs, Kementerian memblokir sebanyak sebelas situs. Berikut ini daftarnya:

1. Bahrunnaim.co;
2. Dawlahislamiyyah.wordpress.com;
3. Keabsahankhilafah.blogspot.co.id;
4. Khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com;
5. Tapaktimba.tumblr.com;
6. Thoriquna.wordpress.com;
7. Tauhiddjihat.blogspot.co.id;
8. Gurobahbersatu.blogspot.co.id;
9. Bushro2.blogspot.co.id;
10. Mahabbatiloveislam.blogspot.co.id; dan
11. Azzam.in.

Bagi Anda yang menemukan akun media sosial dan situs lainnya yang beraliran radikal bisa berpartisipasi untuk mengadukannya melalui email ke: aduankonten@mail.kominfo.go.id.



Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More