Take a fresh look at your lifestyle.

Bank Commonwealth Hadirkan Layanan AusStudent Study Package yang Mempermudah Study di Australia

0 1,145
foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Bank Commonwealth, anak perusahaan bank terbesar di Australia – Comonwealth  Bank of Australia, memperkenalkan AusStudent Study Package. Program ini memberikan solusi layanan keuangan yang dapat mempermudah persiapan studi di Australia.

“Dalam persiapan sekolah ke luar negeri, termasuk ke Australia, para pelajar atau orangtua seringkali kerepotan dalam mengurus berbagai hal. Tidak hanya terkait dengan rencana studi, tetapi juga layanan keuangan selama di luar negeri. Dengan AusStudent Study Package, akses transaksi keuangan orangtua di Indonesia dan anak Australia akan lebih mudah. Para pelajar pun tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar atau travel cheque untuk keperluan selama di luar negeri,” terang Rustini Dewi, selaku Director of Retail Banking Commonwealth Bank, di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Dijelaskan, AusStudent Study Package memiliki dua paket program, yaitu Premium dan Platinum. Untuk program Premium, nasabah harus menempatkan dana sebesar Rp 1 milyar, di mana dari nilai tersebut akan dibagi dua, sebesar Rp 500 juta akan dikonversi ke Dollar Australia untuk persiapan keperluan pendidikan, sementara Rp 500 juta lainnya, akan digunakan pada semester kedua. Sementara, untuk program Platinum, nasabah harus menempatkan dana sebesar Rp1,5 milyar.

Related Posts
1 daripada 6,501

Ditambahkan, Commonwealth Bank of Australia membantu para pelajar untuk memiliki rekening di Commonwealth Bank of Australia sebelum mereka berangkat. Manfaat lain yang ditawarkan AusStudent, adalah bebas biaya penarikan tunai bagi orangtua maupun anak yang mengunakan kartu ATM AusStudent di Australia.

Berdasarkan survei yang dilakukan Pemeritah Australia, sekitar 90,5% pelajar Indonesia di Australia mengaku puas dengan pengalaman belajar dan hidup di Australia. Selain itu, biaya hidup di Australia juga tidak sebesar kota-kota besar lain di dunia, seperti; London, Tokyo, Singapura dan New York.

Sementara itu, pada tahun 2015, lebih dari  39.300 siswa Indonesia belajar di Australia. Jumlah ini naik 7,9 persen dibandingkan tahun 2014.

Adapun di tahun 2016, Kedutaan Besar Australia di Indonesia juga telah menyetujui 95 persen permohonan visa belajar bagi pelajar Indonesia. (Edi Triyono)

 

Tinggalkan komen