Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Akhir 2017, SAE Mengebor Sumur Eksplorasi Pertama di WKP Baturaden

0 1,056

Tiket Pesawat Murah Airy

foto : dok. SAE
foto : dok. SAE

Jakartakita.com – PT Sejahtera Alam Energy (SAE) akan melakukan pengeboran sumur pertama untuk wilayah kerja panas bumi (WKP) di Baturaden, Jawa Tengah pada akhir 2017 nanti.

“Kami akan mempersiapkan infrastruktur jalan dan di akhir tahun ini kami  melakukan pengeboran sumur pertama dari proyek Baturaden dengan kedalaman 3.500 meter,” ujar Daniel Moelk selaku Presiden Presiden PT Sejahtera Alam Energi, di sela-sela acara IIGCE 2017 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Ditambahkan, pihaknya menargetkan satu sumur bisa mulai dibor pada akhir tahun ini. Untuk pengeboran satu sumur, diperkirakan memakan  waktu sekitar dua bulan.

Drilling rig yang dipakai memiliki kekuatan 2.000 Horse Power (HP) yang biasa digunakan di industri migas, rignya berasal dari Apexindo dan kontraktornya memakai Halliburton,” jelas Daniel.

Lebih lanjut diungkapkan, dari pengeboran sumur eksplorasi tersebut, diharapkan akan menemukan sumber uap panas yang potensial digunakan untuk menggerakkan turbin dari pembangkit listrik.

“Penelitian terakhir, saya yakin kami dapat mendapatkan sekitar 220 Megawatt (MW),” ujarnya.

Artikel Terkait
1 daripada 27

Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di wilayah Baturaden berkapasitas 2×110 megawatt (MW) akan menelan biaya antara USD 900 juta sampai USD 1 miliar.

“Sampai saat ini kami sudah mengeluarkan dana di atas USD 30 juta, itu termasuk di dalam proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW Tahap kedua,” terangnya.

SAE juga akan membangun jaringan transmisi sepanjang 17 kilometer untuk masuk ke sistem Jawa-Bali tersebut.

Saat ditanya kesepakatan harga Power Purchase Agreement (PP) antara SAE dan pihak PLN, Daniel Moelk menjawab, “9,47 sen per kilowatt hour (kWh)”.

Asal tahu saja, WKP Baturraden berada di lima kabupaten di kawasan Gunung Slamet, Jawa Tengah, dan memiliki luas area 24.800 hektare. Namun, pihak SAE yang sekitar 75% sahamnya dimiliki oleh perusahaan asal Jerman yaitu STEAG GmbH dan 25% dipegang oleh PT Trinergy, hanya memakai sekitar 50 hektare saja untuk kegiatan operasinya.

Sementara itu, Herman Afif Kusumo selaku  Presiden Komisaris SAE menambahkan, dengan uang sekitar USD 30 juta yang telah dikeluarkan SAE sampai saat ini, menunjukkan keseriusan SAE dalam mengembangkan potensi geothermal yang ada di Indonesia.

Saat ini, SAE sedang menuntaskan pekerjaan infrastruktur yaitu pembuatan akses jalan sepanjang 2.700 meter ke lokasi pemboran (Wellpad F), area utilitas dan konstruksi Wellpad F.

“Total investasi yang kami siapkan sekitar USD75 juta. Kami sangat percaya diri bahwa kami dapat mengembangkan potensi panas bumi di Indonesia,” terang Herman. (Edi Triyono)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More