Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Aktris Neni Anggraini : Suka dengan Karakter Komedi

1,086

Jakartakita.com –  Aktris Neni Anggraini sebenarnya bukan nama baru di dunia akting tanah air, terutama di layar FTV dan layar lebar.

Artis berdarah Mojang Priangan, Bandung ini mulai berkiprah saat membintangi film ‘Bakpau Ting-Ting’ tahun 2011 sekaligus membawa pulang Piala Vidya Kategori Pemeran Pembantu Wanita Terbaik.

Saat ditemui Jakartakita.com di sebuah cafe di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (16/10) lalu, wanita kelahiran 7 Januari 1975 ini menuturkan pengalamannya memulai karir di dunia akting yang turut membesarkan namanya di dunia entertainment.

“Sebagai seorang pemain (aktris) itu kan kita bukan hanya berlatih saat syuting, jadi anytime kita harus men-switch karakter kita dalam hitungan menit. Jadi kalau (menurut) aku pribadi, memang karakter-karakter seperti ini agak susah, biasanya aku satu jam sebelum main meditasi sih. Meditasi untuk menurunkan nafas yang boros agar ngomong-nya tidak terlalu cepat biar lebih tenang. Begitu kita tenang, untuk bisa masuk ke pemahaman karakternya lebih gampang, karena kalau tensi terlalu tinggi itu susah sekali pendalaman karakternya,” tutur Neni tentang perannya di film ‘Ajari Aku Islam’.

Lebih lanjut, Neni mengisahkan beberapa lakon yang pernah digeluti selama karir acting-nya.

Artikel Terkait
1 daripada 71

“Selama bermain di FTV, sinetron dan layar lebar itu pernah berperan jadi hantu, jadi peri, dan jadi orang baik. Pernah juga aku di kasih satu kesempatan yang menurut aku luar biasa, yaitu midnight show karena memang di situ aku jadi seorang wartawan, benar-benar bermain sendiri di sebuah frame yang aku tertangkap dan kemudian di aniaya, hingga akhirnya aku mati terbunuh terpotong-potong. Itu luar biasa, karena benar-benar dalam hitungan menit aku harus bisa menginspirasi mereka (penonton) bahwa takutnya seperti apa. Yang satu lagi belum tayang, film Senja Sisi Gus Dur yang mengenang peristiwa tahun 1998,” ungkap Neni.

Lebih lanjut, ia juga mengaku tidak mempunyai masalah terkait jam terbangnya sebagai seorang pelaku peran di dunia acting, yang sudah dilakoninya sejak berusia 30-an tahun.

“Di usia 30-an tahun, aku sudah main di film layar lebar. Selama main film itu tidak ada masalah, tapi yang susah itu main sinetron, karena agak lama ganti karakternya. Aku takut karakter itu melekat dan aku ngga bisa keluar, karena pendekatan TV dalam film layar lebar berbeda,” tuturnya lagi.

Di sisi lain, dari sekian banyak karakter di dunia peran, Neni mengaku lebih menyukai karakter komedi.

“Secara pribadi lebih suka karakter komedi sih. Aku lebih suka yang ketawa-ketawa, santai. Kalau aku kebanyakan main di FTV mainnya jahat terus. Makanya aku membedakan di Station. Jadi, kalau di SCTV aku bermain komedi, kalau di ANTV antogonis keras, terus di Indosiar aku bermain baik, kemudian aku sendiri di vlog pribadi bermain yang lucu. Aku sendiri melatih agar tidak menempel karakterku satu dengan yang lain,” ungkapnya.

Ditambahkan, “Setelah melihat film ‘Ajari Aku Islam’, aku ngga menyangka sebagus ini dan yang lebih tidak menyangka lagi adalah respon dari penonton itu yang ‘wow’. Aku cuma berpesan, semoga para orang tua merasa tertampar seperti saya tertampar, pada saat anak kita mencintai seseorang di luar ras yang sama, agama yang berbeda. Karena cinta hanyalah cinta, itu aja. Jadi, jangan pernah melihat seseorang dari bentuk fisik, agama ataupun ras-nya karena cinta ya hanyalah cinta,” tandas Neni. (Edi Triyono)


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com