Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Rilis Single ‘Lamar Aku’, Band Wali Sekaligus Merayakan Dua Dekade Berkiprah di Industri Musik Tanah Air

633

Jakartakita.com – Grup band Wali merilis single terbarunya yang berjudul ‘Lamar Aku’.

Lagu tersebut dirilis bertepatan dengan usia ke-20 tahun Wali yang jatuh pada tanggal 31 Oktober 2019.

Bagi Wali, single ini menjadi semacam perjalanan balik ke titik awal saat mereka menghasilkan hits mellow seperti ‘Dik’, ‘Baik-baik Sayang’, ‘Doaku Untukmu Sayang’, dan lain sebagainya.

Menurut Apoy selaku gitaris dan pencipta lagu, Band Wali lebih suka melakukan eksplorasi bunyi-bunyian dalam berkarya. Lagu-lagu yang diciptakan pun bertempo upbeat dengan nada-nada tinggi dan berkonsep jenaka. Sebut saja seperti lagu ‘Nenekku Pahlawanku’, ‘Cari Berkah’, ‘Doa’in Ya Penonton’, ‘Bocah Ngapa Yak’, ‘Matanyo’, dan ‘Kuy Hijrah’.

“Intinya mereka (pasar) meminta lagu-lagu mellow. Kita tampung aspirasi tersebut dan terjemahkan di lagu ini. Kita kembali ke lagu-lagu awal Wali yang minimalis, sederhana, to the point, permainan piano sederhana, dan Faank (vocalist Wali) juga nyanyi sederhana,” kata Apoy.

Dituturkan, single ‘Lamar Aku’ lahir dari fenomena yang ada di tengah masyarakat.

Artikel Terkait
1 daripada 11

Apoy menyebut, lagu ini lebih pas didedikasikan bagi kaum Hawa. Pasalnya, selama ini, perempuan paling sering jadi korban gombal lelaki. Mereka dipacari, tapi belum tentu dilamar atau dinikahi

“Perempuan itu jangan diberikan janji terus. Jangan kampanye, tapi tidak ditepati janjinya. Kalau serius, buruan lamar. Jangan dikasih kata-kata manis terus. Perempuan ingin bukti, bukan janji,” ujar Apoy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/10).

Sedangkan Faank selaku vokalis mengaku bahwa membawakan lagu dengan teknik mellow seperti masa awal ia menyanyikan lagu-lagu Wali, bukan perkara gampang. Selain karena faktor usia, ia juga sudah terbiasa menyanyikan lagu-lagu Wali dalam tempo cepat.

Untuk itu, ia berusaha secara maksimal menghayati lagu ‘Lamar Aku’ seperti yang diminta Apoy selaku pencipta lagu.

“Perbedaannya terasa banget. Dulu lepas. Sekarang lebih hati-hati. Saya juga bersyukur ada Apoy yang punya lagu, jadi bisa dibantu untuk menterjemahkan isi lagu,” jelas Faank.

Band Wali beranggotakan Apoy (gitar dan pencipta lag-lagu Wali), Faank (vokalis), Ovie (keyboard) dan Tomi (drum) yang memiliki latar belakang sebagai anak-anak pesantren.

Meski lagu-lagu mereka cukup kuat membawa pesan moral, Wali tidak memberi kesan menggurui penikmat musik mereka. Lagu-lagu cinta wali tetap diterima secara universal.

Dalam event ini, Nagaswara selaku produser dan label musik yang menaungi band Wali bersinergi dengan PT. Melon lewat program reguler Langit Musik. (Edi Triyono)


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com