Take a fresh look at your lifestyle.

Forum B20 di Jawa Timur Angkat Isu Rantai Pasok UMKM

0 1,588
foto : istimewa

Jakartakita.com – The Business 20 atau B20 merupakan grup jangkauan G20 yang di dalamnya terdiri dari perwakilan komunitas bisnis internasional.

Melalui forum komunitas global B20, Indonesia berkomitmen untuk menyatukan komunitas bisnis G20 dalam satu kesepakatan agar lebih kuat menuju inklusivitas, serta tangguh dan kolaboratif meningkatkan pertumbuhan ekonomi global. 

Adapun B20 menggelar forum kegiatan sampingan di Surabaya, Jawa Timur yang memfokuskan pada isu rantai pasok atau Global Value Chain (GVC), khususnya bagi perusahaan atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Di ajang yang diselenggarakan selama empat hari, mulai tanggal 15-18 September 2022 ini, mengajak seluruh masyarakat Indonesia meningkatkan rantai nilai dan rantai pasokan global. 

Terkait hal itu, Shinta Wijaya Kamdani selaku Chairman B20 mengungkapkan, bahwa rantai pasok global seringkali menghadapi disrupsi secara terus menerus dan berdampak negatif pada seluruh sektor bisnis pada ekonomi G20.

Di sisi lain, komoditas rantai pasok global bisa saja mengalami keterbatasan akibat bencana alam dan kondisi geopolitik. 

“Rantai pasok dan nilai global memiliki kesenjangan kemampuan antara perusahaan skala nasional dan dengan skala usaha kecil menengah, yang justru merupakan tulang punggung ekonomi G20,” jelas Shinta, seperti dilansir dalam siaran pers, Rabu (15/9).

Asal tahu saja, peningkatan nilai rantai pasok global merangkak cukup pesat hingga 50% pada tahun 2007 dari 40% pada tahun 1990, setelah sebelumnya mengalami penurunan pasca krisis global keuangan pada tahun 2007 hingga 2008. Tentunya hal ini membawa dampak cukup baik bagi perekonomian Indonesia. 

Related Posts
1 daripada 3,844

Menanggapi hal itu, Shinta mengharapkan, melalui penyelenggaran B20 dapat mempromosikan ekosistem rantai pasok yang inklusif terutama pada model kemitraan bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Gerakan Global untuk menguatkan UMKM menjadi bagian dari rantai pasok nasional dan global di bawah dukungan dari pemerintah, bisnis, institusi keuangan dan lain sebagainya. 

Sementara itu, Ronald Walla selaku Ketua Bidang UMKM/IKM DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk mengungkapkan, bahwa APINDO mendorong pelaku UMKM IKM untuk terus memperluas akses pasar Indonesia ke seluruh dunia.

Menurutnya, UMKM perlu lebih cepat tanggap dalam mengakses dan menciptakan pangsa pasarnya agar dapat bersaing dengan perusahaan lain yang lebih besar. Dengan visi misi elaboratif dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), diharapkan tercipta ekonomi kerakyatan Indonesia yang mandiri. 

Lebih lanjut, Ronald juga mendukung para calon wirausahawan muda melalui Diplomat Success Challenge (DSC), yaitu program dan ekosistem kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Wismilak Foundation untuk mencari para wirausahawan dan calon wirausahawan agar mampu membawa perekonomian Indonesia bangkit lebih kuat.

Para wirausahawan yang diinkubasi melalui program DSC diharapkan mampu mengimplementasikan ide bisnisnya sehingga menjadi solusi bagi masyarakat, serta dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan mendorong roda perekonomian Indonesia. 

Program kompetisi dan ekosistem kewirausahaan DSC sendiri telah memasuki tahun ke-13 pada tahun 2022 ini, sehingga selain ide bisnis, DSC juga sangat memperhatikan isu keberlanjutan yang selaras dengan prinsip triple bottom line yaitu profit, people, dan planet (3P).

“Seperti halnya nilai-nilai UMKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yaitu mau maju dan berkontribusi, integritas tinggi, dan bersama meraih sukses, maka melalui program DSC diharapkan kami dapat mengambil peran dan berkontribusi memperkuat ekosistem wirausaha nasional,” ujar Ronald.

Di kesempatan yang sama, Emil Elestianto Dardak selaku Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga membuka acara, memberikan apresiasi dan mengungkapkan kebanggaannya karena B20 diselenggarakan di Jawa Timur, tepatnya di Kota Surabaya.

“Saya menyatakan apesiasi, karena Provinsi Jawa Timur tepatnya di Kota Surabaya menjadi host untuk kegiatan sampingan The Business 20 (B20). Temen-temen dari pelaku usaha Jatim telah berhasil menjadikan Surabaya dan Jatim yang merupakan provinsi dengan ekonomi terbesar kedua di Indonesia, sebagai bagian dari perjalanan menuju G20,” ujarnya.

“B20 merupakan forum diskusi yang sangat strategis, selanjutnya mudah-mudahan semua diskusi dan rekomendasi bisa kita susun dan digabungkan untuk disampaikan ke forum G20 Summit November nanti,” tandas Emil.

Tinggalkan komen