Take a fresh look at your lifestyle.

Waspada 5 Kejahatan Siber di Hari Valentine. Apa Saja?

0 1,496
foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com – Cinta mengudara di Hari Valentine, dan bagi banyak orang, hal itu menginspirasi untuk mencari seseorang yang spesial.

Namun, karena popularitas kencan online terus meningkat, begitu pula ancaman dari penjahat dunia maya yang ingin mengeksploitasi individu yang rentan.

Menyikapi hal tersebut, melalui siaran pers, Senin (13/2), Kaspersky menyoroti bahaya ini dan membeberkan lima (5) ancaman kencan online teratas yang harus diwaspadai pada Hari Valentine ini.

1.Phishing berbagai platform sumber kencan

Bayangkan menemukan pasangan yang sempurna secara online, namun sayangnya justru menjerumuskan kita ke aplikasi kencan palsu yang mencuri informasi pribadi dan detail keuangan. Itulah realitas phishing – Peneliti Kaspersky melaporkan aktivitas scamming yang intensif di tengah musim Valentine dengan penipu online secara ekstensif membuat halaman web palsu yang identik dengan aplikasi kencan populer untuk mengelabui individu agar memberikan informasi sensitif mereka. Hasil akhirnya bisa berupa pencurian identitas, penipuan keuangan, dan bahkan pemerasan, yang semuanya dapat merusak hubungan Anda dan menyebabkan hilangnya kepercayaan. Selain itu, data yang dicuri bahkan dapat dijual di pasar dark web.

2.Aplikasi palsu

Cinta mungkin buta, tapi malware tidak. Perangkat lunak berbahaya ini dapat menyerang perangkat Anda melalui file yang meniru layanan kencan online. Selama beberapa bulan terakhir, para ahli Kaspersky telah melihat penjahat dunia maya mengeksploitasi nama-nama aplikasi kencan paling populer seperti Tinder, Badoo, Bumble, Grinder, dan banyak lainnya untuk menyebarkan aktivitas berbahaya. Mereka paling sering mendistribusikan adware, yang membombardir pengguna dengan banyak notifikasi, tetapi ada juga serangan dengan Trojan Spies, yang memantau aktivitas online, dan pengunduh Trojan, yang mungkin menginstal program berbahaya lainnya ke komputer korban. Ini membahayakan privasi dan keamanan hingga menyebabkan tekanan emosional dalam hubungan Anda.

3.Doxing

Doxing mengacu pada tindakan mengungkap dan membagikan informasi pribadi seseorang secara publik. Hal ini dapat menjadi perhatian khusus dalam konteks kencan online, di mana informasi sensitif dapat digunakan untuk menyakiti atau memeras individu tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan bahaya fisik, serta tekanan psikologis, seperti kecemasan dan rasa malu, serta berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan hubungan. Dalam skenario terburuk, bahaya tersebut juga dapat beralih ke kehidupan nyata, menempatkan Anda dan pasangan dalam risiko cedera fisik. Tekanan emosional karena informasi pribadi terungkap juga dapat membuat ketegangan dalam hubungan.

4.Catfishing

Related Posts
1 daripada 2,555

Siapa yang tidak menyukai ide mengobrol dengan orang asing yang menarik secara online? Sayangnya, tidak semua sekenario asli seperti yang terlihat. Telemetri Kaspersky merekam banyak email spam yang menggunakan profil menarik dan identitas palsu untuk memikat korban yang tidak menaruh curiga agar memberikan informasi pribadi atau terlibat dalam komunikasi online. Email ini dapat menyebarkan malware, mencuri informasi sensitif, atau menipu korban demi sejumlah uang. Mereka juga dapat menyebabkan tekanan dan kekecewaan emosional, karena para korban dapat membentuk hubungan emosional dengan identitas palsu sebelum menyadari bahwa mereka telah ditipu. Ini juga dapat memiliki efek negatif yang sangat besar pada kesehatan mental dan kesejahteraan.

5.Stalkerware

Stalkerware adalah jenis perangkat lunak yang dapat diinstal secara diam-diam pada perangkat untuk memantau aktivitas online pengguna dan melacak lokasinya. Menurut Kaspersky, 29.312 orang di seluruh dunia terpengaruh oleh stalkerware pada tahun 2022. Pelanggaran privasi ini dapat menyebabkan rusaknya kepercayaan dalam hubungan dan tekanan emosional bagi korban. Dalam kasus ekstrim, bahkan dapat membahayakan keselamatan fisik korban.

“Keindahan kencan online adalah kesempatan untuk terhubung dengan orang-orang dari seluruh dunia, tetapi dengan itu muncul risiko kejahatan dunia maya. Tetap aman dengan menggunakan koneksi aman, merahasiakan informasi pribadi Anda, dan berhati-hati terhadap permintaan yang tidak mencurigakan. Dengan bersikap proaktif, Anda dapat melindungi diri sendiri dan memperoleh pengalaman kencan online yang memuaskan,” komentar Anna Larkina, pakar privasi dan keamanan di Kaspersky.

Lebih lanjut, pakar privasi Kaspersky berbagi tips tentang cara membangun pengalaman kencan online yang aman, yaitu:

1.Verifikasi informasi: Sebelum bertemu seseorang secara langsung atau membagikan informasi pribadi, verifikasi identitas mereka melalui profil media sosial, pencarian Google, atau metode lainnya. Percayai naluri Anda dan jangan ragu untuk mengakhiri komunikasi dengan seseorang yang tampak mencurigakan atau tidak dapat dipercaya.

2.Gunakan koneksi yang aman: Gunakan koneksi yang aman dan terenkripsi saat berbagi informasi pribadi di platform kencan online untuk mencegah peretasan atau penyadapan.

3.Amankan kata sandi: Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk semua akun kencan online, dan jangan gunakan kata sandi yang sama untuk banyak akun.

4.Hindari berbagi terlalu banyak: Jangan berbagi informasi sensitif, seperti nama lengkap, alamat, dan detail keuangan, sampai Anda membangun hubungan saling percaya.

5.Bertemu di lokasi umum: Saat bertemu seseorang secara langsung untuk pertama kalinya, pilih lokasi publik yang cukup terang dan beri tahu teman atau anggota keluarga di mana Anda akan berada.

6.Berhati-hatilah terhadap permintaan yang tidak diminta: Berhati-hatilah terhadap permintaan uang atau bantuan lainnya, terutama jika permintaan itu tampak tidak masuk akal atau dilakukan di awal hubungan.

7.Laporkan aktivitas yang mencurigakan: Jika Anda mencurigai bahwa Anda telah menjadi korban penipuan kencan online, laporkan kepada pihak berwenang dan platform kencan online sesegera mungkin.

Tinggalkan komen