Take a fresh look at your lifestyle.

Penuhi Kebutuhan Gizi 1.000 HPK, Promina Giatkan #LiterasiGiziMpasi

0 2,982

Jakartakita.comPromina salah satu brand dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Indofood CBP) turut dukung Pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi anak Indonesia guna menghindari masalah gizi. Salah satu bentuk kontribusi Promina dalam membantu tingkatkan #LiterasiGiziMPASI.

Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana mengatakan, “Komitmen Indofood untuk mendukung perbaikan gizi anak Indonesia tercermin dalam upaya nyata kami salah satunya melalui Promina. Dipercaya oleh para Ibu di Indonesia, selain sebagai produk MPASI fortifikasi berkualitas tinggi yang memenuhi standar BPOM, Promina juga merupakan hasil kolaborasi dengan para ahli, termasuk dokter anak dan ahli gizi untuk memastikan formulasi kandungan gizi, rasa, dan tekstur produk kami sesuai dengan tiap tahap pertumbuhan bayi. Ini adalah langkah konkrit Indofood untuk membantu meningkatkan literasi gizi demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas dan berdaya saing.”

Seperti diketahui bersama bahwa memasuki usia 6 bulan, bayi membutuhkan gizi yang lebih kompleks. MPASI yang kurang dalam kuantitas dan kualitas dapat menyebabkan anak gagal tumbuh dan jika berlangsung dalam waktu lama akan menjadi pemicu malnutrisi seperti anemia, stunting, dan wasting.

Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono

Dokter Spesialis Anak dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Sc, menjelaskan bahwa zat besi adalah salah satu elemen kunci untuk pencegahan anemia, wasting, dan stunting. “Pemahaman akan MPASI bergizi makro dan mikro sangatlah penting bagi orang tua, karena pemberian MPASI lengkap dan seimbang dapat berdampak signifikan pada pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas anak kedepannya. Bahkan perkembangan otak manusia 80 persen terjadi di masa 1.000 HPK, dan 20 persen sisanya terjadi hingga dewasa.”

Related Posts
1 daripada 5,482

Sebagai gambaran, untuk memenuhi 10,7 mg zat besi diperlukan 126 gram hati ayam (4 buah ukuran sedang), 350 gram bayam, 765 gram daging ayam, jumlah ini sangat besar jika dibandingkan dengan kapasitas lambung bayi yang terbatas.

“MPASI fortifikasi bisa menjadi solusi alternatif karena memiliki gizi lengkap, terukur dan tinggi zat besi, serta telah terbukti bermanfaat bagi perkembangan otak dan pertumbuhan bayi, dan dapat mencegah anemia2, stunting, dan wasting3. Selain itu, rasa dan tekstur MPASI fortifikasi mudah diterima oleh lidah bayi,” ucap dr. Caessar dalam keterangan tertulis, belum lama ini.

Chef Devina Hermawan berbagi menu kreasi MPASI sehat anti gagal menggunakan Promina karena memiliki cita rasa alami, enak, dan variasi rasanya juga banyak sehingga mudah dipadukan dengan pangan lokal. “Jadi Ibu tidak perlu khawatir menggunakan Promina karena kandungan vitamin dan mineral yang sudah disesuaikan kebutuhan bayi kita, sehingga kita terbantu dalam memonitor pemenuhan gizi bayi sehari-hari. Selain itu, melalui kreasi menu ini kita dapat membantu anak mengenal aneka rasa dan tekstur sejak dini,” ujar Devina.

Pada kesempatan kali ini, Chef Devina membuat bubur saripati daging untuk bayi 6 bulan yang memadukan Promina Bubur Bayi Tim Sapi Wortel dengan daging sapi dan labu madu. Menu lainnya adalah creamy salmon risotto untuk bayi 8 bulan keatas menggunakan Promina Homemade Salmon Kentang Wortel dipadukan dengan salmon, keju, wortel, dan tomat. Selain kegiatan ini, Promina juga aktif mengkampanyekan #LiterasiGiziMPASI, baik secara digital di akun Instragam (IG) dan TikTok @bayisehatpromina maupun memberikan edukasi secara langsung di berbagai posyandu di Indonesia.

“Harapan kami, Promina dapat membantu Ibu dalam menyiapkan MPASI yang bergizi bagi anak. Semoga informasi dari dr. Caessar dan Chef Devina dalam acara ini bermanfaat dan menambah wawasan sehingga dapat meningkatkan #LiterasiGiziMPASI masyarakat Indonesia. Menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas dan produktif adalah tanggung jawab kita semua, dan dapat tercapai dengan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat,” tutup Stefanus Indrayana. (Edi Triyono)

Tinggalkan komen