Amartha Bagikan Lima Tips Investasi Bijak, Dorong Investasi yang Berdampak bagi UMKM
Jakartakita.com – Meningkatnya kemudahan akses investasi melalui teknologi membuat semakin banyak masyarakat mulai berinvestasi. Namun, di tengah kondisi pasar yang dinamis, investor tetap perlu memahami tujuan keuangan, profil risiko, hingga legalitas produk sebelum menanamkan modal.
Certified Financial Planner (CFP) Lolita Setyawati mengatakan tren investasi masyarakat kini mulai bergeser. Jika sebelumnya banyak investor mengejar keuntungan cepat, kini semakin banyak yang mempertimbangkan kesesuaian investasi dengan tujuan keuangan, profil risiko, serta transparansi pengelolaan dana.
“Ketika ingin mulai berinvestasi, yang paling penting adalah mengenali diri sendiri, memahami tujuan investasi, toleransi risiko, dan cara kerja produk yang dipilih,” ujar Lolita.

Menjawab kebutuhan tersebut, Amartha menghadirkan Amartha Prosper, termasuk produk Grassroots Growth Series (GGS) yang memungkinkan masyarakat berinvestasi sekaligus mendukung pembiayaan produktif bagi UMKM perempuan di lebih dari 50.000 desa di Indonesia.
Chief Funding Officer Amartha Julie Fauzie mengatakan investasi tidak hanya dapat memberikan potensi imbal hasil, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Melalui Amartha Prosper, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus mendukung pembiayaan produktif UMKM perempuan di perdesaan, sehingga investasi juga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Bersama Lolita Setyawati, Amartha membagikan lima langkah berinvestasi secara bijak, yaitu memastikan kondisi keuangan dasar telah aman, memahami tujuan investasi dan profil risiko, memilih produk yang legal serta memiliki mekanisme yang jelas, memulai investasi dari nominal kecil namun dilakukan secara konsisten, serta mempertimbangkan dampak sosial dari penyaluran investasi.

Lolita juga mengingatkan agar investasi menggunakan “uang dingin”, bukan dana darurat maupun dana hasil pinjaman.
“Prinsip memilih investasi sederhana, yaitu legal dan logis. Investor harus memahami ke mana dana ditempatkan, bagaimana dikelola, serta dari mana potensi imbal hasil berasal,” ujarnya.
Amartha Prosper sendiri menawarkan beberapa pilihan profil investasi, yakni Balanced-Flex, Balanced, Progressive, dan Dynamic, yang dapat disesuaikan dengan karakter dan toleransi risiko masing-masing investor.
Selama lebih dari 16 tahun, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp47 triliun pembiayaan kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan di Indonesia. Pada 2025, pembiayaan tersebut turut mendorong terciptanya sekitar 90.000 lapangan kerja baru, dengan 86 persen di antaranya diisi oleh perempuan.
Julie menambahkan, investasi yang disalurkan ke sektor riil seperti UMKM tidak hanya membantu investor melakukan diversifikasi portofolio, tetapi juga memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. (Risma)
