Hasil RUPST, PT Telkom Indonesia Bagikan Dividen Sebesar Rp 8,8 Triliun

foto : istimewa

Jakartakita.com – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk membagikan dividen sebesar Rp 8,8 triliun atau 60,27 persen dari laba bersih 2014 yang sebesar Rp 14,6 triliun. Dividen ini terdiri atas dividen tunai sebesar Rp 7,3 triliun atau Rp 74,55 per lembar saham dan dividen spesial Rp 1,5 triliun atau Rp 14,91 per lembar saham. Jumlah dividen ini turun dari dividen 2014 yang sebesar Rp 9,9 triliun.

“Pada RUPST sudah diputuskan rasio dividen 50 persen (dari laba 2014) dan 10 persen dividen spesial (dari laba ditahan), jadi total 60 persen,” kata Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (17/4/2015).

Hasil RUPS tersebut juga menyebutkan, pendapatan usaha Telkom pada 2014 mencapai Rp 89,7 triliun, tumbuh 8,1 persen dibandingkan pendapatan usaha 2013.

Pencapaian Telkom tersebut tidak lepas dari konsistensi perseroan dalam menjalankan tiga fokus utama perusahaan, yakni Telkomsel, Indonesia Digital Network dan International Expansion.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada tahun 2015 perseroan menargetkan pertumbuhan double digit atau atas rata-rata pertumbuhan industri.

Adapun strategi yang akan ditempuh yakni dengan melakukan tiga fokus utama yaitu, mempertahankan pertumbuhan tinggi pada seluler, pengembangan bisnis data dan digital services, dan memperkuat bisnis regional yang saat ini sudah mencakup di 10 negara.

Pada RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan dengan menetapkan susunan komisaris baru yaitu Rinaldi Firmansyah (Komisaris Independen), P Pamela Johanna W (Komisaris Independen) dan Margiyono Darsasumarja (Komisaris Independen).

Dengan begitu RUPST tersebut memberhentikan secara hormat Jhonny Swandi Sjam (Komisaris Independen), Imam Apriyanto Putro (Komisaris), Virano Gazi Nasution (Komisaris Independen).

 

 

 

 

Alex J. SinagaDirektur Utama TelkomPT Telekomunikasi Indonesia (Persero) TbkRUPSTTelkom
Comments (0)
Add Comment