Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Ini Dia Cara Produsen Otomotif Menyiasati Pelemahan Rupiah

158
Toyota Motor Manufacturing
foto : istimewa

Jakartakita.com – Dari informasi yang dihimpun Jakartakita.com, banyak pelaku usaha meyakini nilai tukar rupiah tahun ini sulit untuk pulih. Nilai tukar rupiah susah beranjak dari kiasaran Rp13.000-Rp13.400 per US$ 1.

Hal tersebut dinilai pelaku usaha akan mengatrol ongkos produksi, mengingat masih banyak komponen dan bahan baku yang masih harus diimpor.

Menyikapi kondisi tersebut, Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Made Dana Tangkas, mengungkapkan bahwa pihaknya akan fokus pada penaikan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk menyikapi nilai tukar rupiah yang terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat.

“Perkembangan otomotif ini sangat cepat sekali, jika TKDN sedikit, saat rupiah melemah dan dolar menguat, tentunya biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. Oleh karena itu TKDN harus digerakkan ke dalam,” kata I Made Dana Tangkas, baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Made, pihaknya ke depan akan terus mengembangkan pemasok komponen, bukan hanya tier satu tapi juga tier dua dan tiga.

Saat ini, kata Made, TMMIN disokong oleh sekitar 120 pemasok komponen tier satu. Sedangkan untuk pemasok komponen tier dua dan tiga pihaknya saat ini melibatkan sekitar 700 lebih industri.

Ditambahkan, pihaknya juga akan meningkatkan pemakaian row material lokal. Sebabnya, untuk mengatrol pemakaian kandungan dalam negeri harus pula dibarengi peningkatan bahan baku lokal.

“Seperti baja, alumunium resin, synthetic rubber kemudian bahan untuk komponen elektronik, upaya itu sudah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya. Kami beharap bisa terus dikerjakan bersama pemerintah, Gaikindo dan Giamm supaya ini jadi terpadu,” ujarnya.

Saat ini, TKDN produk mobil Toyota dari TMMIN ada di kisaran 60%-85%. TMMIN memproduksi setidaknya lima jajaran produk utama Toyota di dalam negeri yaitu Kijang Innova, Fortuner, Vios, Etios Valco dan Yaris.

Dari kelima produk tersebut, Kijang Innova merupakan produk dengan TKDN tertinggi. Sedangkan sisanya di kisaran 60%.

Made berharap, dalam beberapa tahun ke depan TKDN yang digunakan di produk TMMIN bisa dikatrol di kisaran 70%-90%.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: